Wisman Australia Cinta Bali, Tapi Terhalang Asuransi

Pemda Bali disarankan lebih realistis menghadapi potensi erupsi Gunung Agung dan menyarankan memperbaiki koordinasi jika bandara ditutup.
Feri Kristianto | 15 Desember 2017 14:35 WIB
Terminal internasional Bandara Ngurah Rai di Bali. - Antara

Bisnis.com, DENPASAR—Pemda Bali disarankan lebih realistis menghadapi potensi erupsi Gunung Agung dan menyarankan memperbaiki koordinasi jika bandara ditutup.

Penegasan itu disampaikan Konjen Australia di Bali Helena Studdert dalam pertemuan Gubenur Bali Made Mangku Pastika dengan konsul negara sahabat di Denpasar.

Studdert menegaskan hal tersebut menanggapi keyakinan Pastika bahwa erupsi Gunung Agung tidak akan seperti 1963.

“Penjelasan Pak Gubernur sudah sangat jelas, tetapi kami pikir harus realistis [dengan kondisi Gunung Agung],” jelasnya, Jumat (15/12/2017).

Dia menjelaskan dari pengalaman ketika bandara Ngurah Rai ditutup pada November lalu, masih banyak masalah muncul.

Contohnya soal ketersediaan bus untuk penumpang, pengenaan tiket bagi wisatawan di terminal hingga masih ada hotel yang tidak memberikan gratis menginap meski pun ada juga yang menyediakan.

Koordinasi dengan otoritas perlu diperkuat agar pengalaman pada November tidak terulang. Studdert juga menekankan bahwa alasan wisman Australia memilih belum ke Bali salah satunya karena masalah asuransi.

Pihak perusahaan asuransi tidak mau menanggung wisatawan Australia jika mereka terjebak di Bali. Padahal, wisatawan yang datang ke pulau ini memiliki keluarga di rumah.

Dia menyakinkan bahwa sebenarnya warga Australia sangat mencintai Bali.

“Jangan khawatir orang Australia tidak ke Bali, karena mereka tetap cinta Bali tetapi hanya soal asuransi,” jelasnya.

 

Tag : bali, bandara ngurah rai, gunung agung
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top