Hebat, Sambal Indonesia Disukai Warga Rusia

Sejumlah warga Rusia menyukai sambal dan sejumlah kuliner tradisional Indonesia yang disajikan dalam ajang Pekan Kuliner Indonesia di Restoran Buloshnaya.
Newswire | 10 Desember 2017 09:29 WIB
Ilustrasi : Sambal matah, salah satu makanan khas Bali - Jibiphoto

Bisnis.com, LONDON - Diplomasi perut lewat hidangan beragam kuliner digelar Indonesia di Moskow, Rusia pada 6-9 Desember 2017.

Hasilnya, sejumlah warga Rusia menyukai sambal dan sejumlah kuliner tradisional Indonesia yang disajikan dalam ajang Pekan Kuliner Indonesia di Restoran Buloshnaya.

Deputi Menteri Luar Negeri Federasi Rusia Alexander A. Pankin dan Wali Kota Star City dari Kota Kosmonot--luar kota Moskow-- Valery I. Tokarev menikmati sajian masakan Indonesia, termasuk sambal, demikian Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana kepada Antara London, Minggu (10/12/2017).

Seperti dikutip Enjay, Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi mengatakan sambal merupakan sajan yang cepat habis pada pekan kuliner Indonesia tersebut.

"Bahkan Wali Kota Star City menyantap sambal tanpa merasakan pedas, padahal saya sudah ingatkan bahwa sambal itu pedas dan Tokarev sama sekali belum pernah menyantap masakan Indonesia," tutur Dubes Wahid.

Pekan Kuliner Indonesia yang diadakan KBRI Moskow bekerja sama dengan restoran Rusia papan atas Buloshnaya menyajikan berbagai jenis masakan Indonesia seperti lumpia, martabak, gado-gado, asinan, nasi goreng, sate ayam, daging balado, hingga pisang goreng dan kue lapis.

Masakan Indonesia itu diolah dan disiapkan juru masak profesional Indonesia Satu yang berbasis di Belanda yakni Renu Lubis, Titi Waber, Ida Rosadi dan Eduard Rusdi.

Dubes Wahid Supriyadi mengatakan kegiatan itu bertujuan memperkenalkan cita rasa kuliner Indonesia kepada masyarakat Rusia. Indonesia memiliki keanekaragaman budaya dan tradisi, termasuk kulinernya, yang dapat dinikmati wisatawan asing.

Dalam daftar 50 makanan paling enak di dunia yang dihimpun CNN, rendang dan nasi goreng dari Indonesia menduduki peringkat teratas. "Kami sengaja menghadirkan Pekan Kuliner ini agar masyarakat Rusia dapat merasakan kelezatan masakan Indonesia, sehingga ketika ke Indonesia tidak hanya menikmati pantai, tetapi sekaligus kuliner," ujarnya.

Dubes mengharapkan setelah Pekan Kuliner Indonesia akan muncul restoran Indonesia di Rusia, apalagi beberapa restoran lokal mulai menyajikan beberapa menu Indonesia seperti nasi goreng, mi goreng dan sate.

Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Alexander A. Pankin menyampaikan dukungan adanya restoran Indonesia di Moskow.

Sementara pemilik restoran Buloshnaya, Ksenia V. Karaulova berjanji akan membuka restoran Indonesia di Moskow. Saat ini pihaknya baru menampilkan beberapa menu Indonesia seperti nasi goreng plus sate, gado-gado dan pisang goreng.

Diperkirakan lebih dari 100 ribu warga Rusia berkunjung ke Indonesia pada 2017. Selama periode Januari-Oktober 2017 tercatat 90.975 wisatawan Rusia berlibur ke Indonesia, atau naik sekitar 50% dan merupakan kenaikan tertinggi dari seluruh dunia.

Olga Merkulova, warga Rusia yang belum pernah ke Indonesia dan pertama kali merasakan kuliner Indonesia, mengaku sangat terkesan dengan kuliner Indonesia. Ia mencicipi nasi goreng, sate ayam dan goreng pisang.

"Ini sangat menyenangkan. Saya juga menyaksikan penampilan tarian Indonesia yang bagus sekali. Saya akan ke Indonesia tahun depan," kata Olga.

Sumber : Antara

Tag : kuliner, rusia
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top