GUNUNG AGUNG ERUPSI: WNA Diberikan Exit Pass Berlaku 7 Hari. Begini Cara Mendapatkannya

Wisatawan yang tertahan di Bali, karena Bandara I Gusti Ngurah Rai ditutup akibat erupsi Gunung Agung, tetapi izin tinggalnya sudah habis akan mendapat exit pass dari imigrasi yang berlaku selama 7 hari sebagai bentuk kompensasi.
Feri Kristianto | 28 November 2017 20:37 WIB
Ilustrasi: Wisatawan asing di Danau Beratan, Bali - Antara/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, DENPASAR—Wisatawan yang tertahan di Bali, karena Bandara I Gusti Ngurah Rai ditutup akibat erupsi Gunung Agung, tetapi izin tinggalnya sudah habis akan mendapat exit pass dari imigrasi yang berlaku selama 7 hari sebagai bentuk kompensasi.

Namun, warga negara asing yang mendapatkan exit pass tersebut harus mengurus surat izin tinggal sementara di Kantor Imigrasi setempat. Kepala Humas Bandara I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim mengungkapkan berdasarkan informasi dari Imigrasi, WNA tidak dipungut biaya alias gratis untuk mendapatkan kartu tersebut.

“Untuk dapatkan exit pass mereka bisa dapatkan di bandara tapi untuk surat izin tinggal sementara mereka bisa ke Imigrasi,” jelasnya, Selasa (28/11/2017).

Arie menjelaskan untuk jenis exit pass bisa diperoleh di lantai 2 pintu terminal keberangkatan internasional. Konter exit pass dibuka selama 24 jam sepanjang masih ada penumpang yang melakukan permintaan terlebih dulu.

Arie mengaku belum mengetahui jumlah kartu exit pass yang sudah dikeluarkan karena masih didata.

Berdasarkan data Ditjen Imigrasi, sehubungan dengan erupsi Gunung AGung, WNA yang terekam dalam sistem informasi manajemen keimigrasian (Simkim) hingga 25 November, total sebanyak 24.979 orang baik menetap maupun tinggal di Bali.

Data tersebut berasal dari Kanim Ngurah Rai, Denpasar dan Singaraja dengan rincian izin tinggal kunjungan (ITK) 9.593 orang, izin tinggal terbatas (Itas) 12.457 orang, dan izin tinggal tetap (itap) 2.929 orang.

 

Tag : gunung agung
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top