Gunung Agung Keluarkan Asap Tebal, Pariwisata Bali Masih Normal

Dinas Pariwisata Bali memastikan aktivitas wisata di Bali masih normal pasca pemberitaan Gunung Agung mengeluarkan asap kelabu tebal pada Selasa (21/11/2017).
Ni Putu Eka Wiratmini | 22 November 2017 08:53 WIB
Gunung Agung tertutup awan terlihat dari pinggiran Pantai Ampenan, Mataram, NTB, Selasa (21/11). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, DENPASAR - Dinas Pariwisata Bali memastikan aktivitas wisata di Bali masih normal pasca-pemberitaan Gunung Agung mengeluarkan asap kelabu tebal pada Selasa (21/11/2017).

Kepala Dinas Pariwisata Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra mengatakan wisatawan belum terpengaruh dengan pemberitaan Gunung Agung mengeluarkan asap tebal. Dia pun menolak pemberitaan yang menyatakan Gunung Agung telah meletus, sebab menurutnya hingga saat ini erupsi belum terjadi.

Wisatawan mancanegara masih berminat untuk mengunjungi Bali, sehingga kabar Gunung Agung meletus belum berpengaruh. Hal ini terlihat saat penurunan level Gunung Agung ke siaga, beberapa daerah wisata di Bali seperti Tulamben yang sebelumnya masuk zona bahaya ketika dibuka untuk umum menjadi tujuan wisata yang langsung digandrungi.

"Tidak terlalu berpengaruh, wisatawan masih normal ke Bali," sebutnya ketika dihubungi Bisnis, Rabu (22/11/2017).

Yuniartha memaparkan berdasarkan arahan dari pemerintah pusat pihaknya hingga saat ini masih berupaya memberikan pemberitaan yang riil mengenai kondisi Gunung Agung melalui Bali Tourism Hospitality (BTH).

Adapun informasi terkahir yang didapatkannya melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG),  menyebut peristiwa Gunung Agung mengeluarkan asap tebal lantaran diguyur hujan cukup lama.

Dianalogikan Gunung Agung serupa mesin, yang ketika magma didalamnya diguyur hujan atau air maka panasnya keluar berupa asap tebal.

"Gunung agung ini kan kemarin hujan terus sehingga kawah penuh dengan air nah seperti mesin panas.  Magma di dalam kena air sehingga mengelurkan asap," sebutnya.

Yuniartha menyebut pariwisata Bali masih akan berjalan normal dan bisa mengebut target kunjungan wisman sebanyak 5,5 juta tahun ini. Pada Oktober 2017 jumlah wisman yang tercatat masuk ke Bali mencapai 5 juta orang. Dengan sisa waktu 2 bulan, dua optimistis angka 5,5 juta wisman dapat dicapai.

"Data yang kami dapat dari imigrasi menyebut wisatawan datang ke Bali setiap harinya berjumlag 15.000 orang, dengan kasus Gunung Agung ini berarti wisatawan tidak cancel karena lebih banyak penundaan, mereka berpikir sayang uangnya tidak bisa kembali jika tidak jadi ke Bali," kata Yuniartha.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali IB Agung Partha juga mengatakan hal serupa, yakni hingga saat ini pariwisata Bali masih normal dan tidak bergejolak lantaran pemberitaan tersebut.

"Semuanya biasa aja, tidak ada gejolak," katanya.

 

 

Tag : gunung agung
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top