GUNUNG AGUNG AWAS: Pemberitaan Media Asing Batalkan Kunjungan Wisatawan China dan Australia

Wisatawan mancanegara asal China dan Australia tercatat mulai membatalkan kunjungannya ke Bali lantaran banyaknya pemberitaan salah kaprah oleh media internasional soal bencana Gunung Agung.
Ni Putu Eka Wiratmini | 28 September 2017 16:41 WIB
Wisatawan menikmati panorama saat matahari tenggelam di dekat Gunung Agung, Bali, Senin (25/9). - Reuters/Darren Whiteside

Kabar24.com, DENPASAR -- Wisatawan mancanegara asal China dan Australia tercatat mulai membatalkan kunjungannya ke Bali lantaran banyaknya pemberitaan salah kaprah oleh media internasional soal bencana Gunung Agung.

Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Bali menyayangkan pembatalan pariwisata ini padahal dipastikan pariwisata Bali tetap dapat berjalan karena yang terkonsentrasi bahaya hanya ada di wilayah timur Bali yakni Karangasem.

Ketua Asita Bali Ketut Ardhana mengatakan informasi bohong yang beredar di masyarakat menjadi salah satu penyebab adanya pembatalan ini.

Kata dia, banyak media luar yang menggambarkan bahwa Bali dalam keadaan bahaya. Bahkan salah satu media di China menggambarkan Gunung Agung telah meletus.

Akibatnya, turis-turis mulai membatalkan niatnya berlibur di Bali, utamanya yang berencana datang ke pulau ini pada 2 minggu ke depan.

“Di China beritanya sangat heboh , gunung katanya sudah mengeluarkan api . Tidak ada satu berita yang menggambarkan pariwisata berjalan bagus sepertinya Bali ini bahaya seluruhnya,” katanya, Kamis (28/9/2017).

Berdasar perhitungannya, sudah ada 16 group turis asal China, 4 individual traveller asal China, dan 2 orang turis asal Australia yang pada dua minggu lagi batal mengunjungi Bali. Sementara, untuk kunjungan wisata minggu ini memang masih berjalan normal.

Menurut Ketut Ardhana, jumlah ini memang masih sedikit. Namun, dia mengkhawatirkan dampak buruk untuk hotel di Bali karena harus mengeluarkan dana cancellation fee. Bahkan, ada hotel yang harus mengeluarkan cancellation fee sebesar 100%.

Dia mendesak adanya informasi yang sampai langsung ke telinga para turis sehingga mereka tahu keadaan Bali sebenarnya. Selama ini, tidak ada informasi berbahasa asing yang menjelaskan bahwa Bali masih aman walaupun ada bencana ini.

"Informasi mengenai Gunung Agung harus update terutama dalam bahasa Inggris," katanya.

Sementara, Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) menyatakan pihaknya siap untuk menyediakan informasi ter-update mengenai bencana Gunung Agung.

Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Wijaya mengusulkan informasi satu pintu untuk turis yang ada di Bali lewat Dinas Pariwisata. Semua informasi bisa datang dari BNPB namun diolah pengelola wisata agar bisa diterima dengan baik.

Bahkan, dia mengusulkan pengelola pariwisata terjun langsung memantau kondisi Gunung Agung di lapangan bersama BNPB.

"Kalau bisa ada teman-teman dari pariwisata yang ikut mendampingi kita agar mereka tahu situasi terkini," katanya.

Tag : gunung agung
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top