Gunung Agung Level Waspada, Turis Masih Mendaki

Masyarakat di sekitar Gunung Agung masih tetap beraktivitas normal meskipun Badan Geologi dan Vulkanologi Kementerian ESDM meningkatkan status gunung tertinggi ini dari normal ke level waspada.
Feri Kristianto | 15 September 2017 17:52 WIB
Seorang turis mancanegara beristirahat di Pura Pasar Agung usai mendaki Gunung Agung - Bisnis.com/Feri Kristianto

Bisnis.com, AMLAPURA - Masyarakat di sekitar Gunung Agung masih tetap beraktivitas normal meskipun Badan Geologi dan Vulkanologi Kementerian ESDM meningkatkan status gunung tertinggi ini dari normal ke level waspada.

Bahkan, sejumlah wisatawan mancanegara juga masih banyak yang melakukan aktivitas pendakian‎ ke gunung setinggi sekitar 3.100 meter di bawah permukaan laut. Pantauan Bisnis, di Pura Pasar Agung aktivitas masyarakat lokal berjalan normal.

Sejumlah umat Hindu masih beberapa datang untuk bersembahyang sedangkan warga lokal yang menjadi pemandu pendakian menjaga posko pendakian.

Pura Pasar Agung berada di ketinggian sekitar 1.500 meter, dan menjadi salah satu pos memulai pendakian. Adapun Badan Geologi mengimbau masyarakat tidak berada dalam radius 3 km dari Gunung Agung.

Hingga pukul 14.00 WITA, tidak ada pemberitahuan larangan di sekitar lokasi. Pemandu yang juga penduduk lokal itu mengatakan belum ada pemberitahuan secara resmi.

"Memang ada saya baca di media sosial‎ ada imbauan tetapi secara resmi kami belum dapat informasinya," tutur Wakil Ketua Pemandu Wisata Alam Gunung Agung Wayan Darta di Karangasem, Jumat (15/9/2017).

Menurutnya, sejak semalam aktivitas pendakian di gunung tertinggi di Bali ini berjalan seperti biasa. Bahkan ada sekitar 40 orang wisman asal Eropa yang melakukan pendakian.

Seorang pemandu wisata, Wayan Warsa‎, menuturkan sejak 11 September pemandu lokal memang mengetahui adanya peningkatan aktivitas di kawah Gunung Agung. Bahkan, sejumlah gempa juga dirasakan hingga hari ini.

Hanya saja pihaknya menganggap kejadian tersebut bukan sebuah ancaman karena belum mendapatkan informasi secara resmi dari instansi terkait.

Diakuinya, asap yang keluar dari kawah lebih besar jika dibandingkan hari-hari biasa sebelumnya.‎ Selain itu, suara gemuruh di dalam kawah juga terdengar lebih keras dan temperatur di puncak lebih hangat dibandingkan biasanya.

"Justru wisatawan asing yang kami pandu mereka menyatakan menarik kepulan asapnya. Kami juga tetap hati-hati berjaga-jaga," tuturnya.

Turis mancanegara asal Rusia, Victor, yang ditemui usai mendaki seorang diri mengatakan, kondisi di puncak gunung tidak membahayakan. Dia melihat ada kepulan asap, tetapi hal tersebut dinilai masih batas wajar

Tag : gunung agung
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top