Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kereta Gantung di Ijen Perkuat Wisata Alam Banyuwangi

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, segera mengembangkan kereta gantung di Gunung Ijenguna memperkuat daya tarik berbasis wisata alam.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 09 September 2017  |  00:49 WIB
Tour de Banyuwangi Ijen merupakan salah satu agenda tahunan untuk menarik wisatawan dalam dan luar negeri datang ke Banyuwangi, Jawa Timur. - Antara/Budi Candra Setya
Tour de Banyuwangi Ijen merupakan salah satu agenda tahunan untuk menarik wisatawan dalam dan luar negeri datang ke Banyuwangi, Jawa Timur. - Antara/Budi Candra Setya

Bisnis.com, BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, segera mengembangkan kereta gantung di Gunung Ijenguna memperkuat daya tarik berbasis wisata alam.

Menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, investor asal Swiss berkomitmen mengucurkan dana Rp300 miliar dalam proyek tersebut.

“Sekarang tinggal menunggu izin tapak, teknisnya banyak, semua sudah sepakat. Intinya tinggal sebentar lagi bisa direalisasi,” ungkapnya pada Jumat (8/9/2017).

Bila pengembangan bandara dipacu, ada kereta gantung di Gunung Ijen, Anas meyakini kunjungan wisatawan ke kabupaten--yang kini menawarkan 72 agenda wisata terjadwal—ini semakin pesat. Terlebih salah satu agenda internasional balap sepeda Tour de Ijen rutin digelar sejak 2012.

Merujuk data Badan Pusat Statistik wisatawan asing yang menginap di kota ini pada 2016 sebanyak 64.102 orang atau tumbuh 7,5% dibandingkan dengan 2015 sebanyak 59.597 orang. Adapun wisatawan domestik pada 2016 sebanyak 551.512 orang atau tumbuh 2% dari tahun sebelumnya 540.669 orang.

Perkembangan juga tecermin dari data Produk Domestik Bruto harga konstan (2010) yang menunjukkan pertumbuhan lapangan usaha terkait dengan pariwisata. Penyediaan akomodasi makanan dan minuman bisa tumbuh 10,3% pada 2014, lalu 11,07% pada 2015 dan 9,5%.

Anas menegaskan meski pariwisata tumbuh cepat, pemerintah tetap mengontrol izin sarana penunjang seperti hotel. Pemerintah setempat hanya mengizinkan hotel berbintang tiga ke atas dan jumlahnya pun dibatasi.

Kebijakan ini guna menjaga okupansi dan keberlanjutan bisnis. “Bila ada hotel kosong dan diperbincangkan secara nasional itu menjadi kampanye buruk bagi kami. Maka kami ingin menjaga agar pertumbuhan wisata dan sarana penunjangnya berjalan seiring,” tegasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banyuwangi Tour de Banyuwangi Ijen gunung ijen
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top