Manisnya Oleh-Oleh Tape Khas Bondowoso

Bisnis.com, BONDOWOSO - Sembari menyusuri arus balik Lebaran melalui jalur pantai utara Jawa Timur, tidak ada salahnya mampir sebentar ke Bondowoso untuk membeli oleh-oleh khasnya, yaitu; tape.
Tim Jelajah Jawa-Bali 2017 | 27 Juni 2017 08:59 WIB
Proll tape, makanan khas Probolinggo - Bisnis.com/Peni Widarti

Bisnis.com, BONDOWOSO - Sembari menyusuri arus balik Lebaran melalui jalur pantai utara Jawa Timur, tidak ada salahnya mampir sebentar ke Bondowoso untuk membeli oleh-oleh khasnya, yaitu; tape.

Sudah sejak lama Bondowoso termasyur sebagai kota penghasil tape manis dari singkong dengan kualitas ekspor yang menjadi kebanggaan warga setempat.

Bahkan, di kalangan warga asli Bondowoso ada semacam kepercayaan 'Bukan orang Bondowoso namanya, jika tidak bisa membuat tape'.

Tape di Bondowos sedikit berbeda dengan fermentasi singkong ala Jawa Barat atau yang biasa disebut peuyeum.

Di Bondowoso, singkong yang telah difermentasi ditempatkan ke dalam wadah besek yang terbuat dari anyaman bambu. Wadah yang biasa disebut 'rantang tape' ini juga tidak boleh sembarangan dibuat. Warga Bondowoso percaya, apabila bahan bambu yang dipakai tidak bagus, hasil fermentasi dari tape pun tidak akan maksimal.

Tak hanya itu, tape Bondowoso mengandung kearifan lokal yang sangat tinggi karena seluruh bahannya harus menggunakan hasil bumi dari Bondowoso. Biasanya, singkong yang digunakan untuk membuat tape berasal dari Kecamatan Wringin dan Maesan.

Hal unik lainnya seputar tape Bondowoso adalah merek dagangnya yang selalu menggunakan angka. Mirip seperti bakpia pathuk dari Jogja, yang masing-masing pembuatnya saling bersaing dengan angka atau nomor keberuntungannya sendiri-sendiri. Tak hanya itu, masing-masing pembuat tape mengaku memiliki resep rahasianya sendiri yang membuat tape bikinan mereka lebih istimewa dibandingkan kompetitornya.

Selain bisa disantap 'polosan', tape Bondowoso yanv bercita rasa manis dan bertekstur empuk tersebut bisa disajikan dengan cara digoreng, dibakar maupun diseduh dengan air hangat atau dinikmati sebagai campuran minuman dingin dan es campur.

(Tim Liputan Lebaran: Jelajah Jawa-Bali: Wike D. Herlinda, Hadijah Alaydrus, Ashari Purwo, Gemal Abdel Nasser)

Tag : mudik lebaran
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top