Setelah Idulfitri, Gorontalo Gelar Gebyar Ketupat & Pacuan Kuda

Warga Gorontalo bersiap menyambut tradisi Gebyar Ketupat pada tujuh hari setelah hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Gebyar Ketupat tersebut sekaligus bakal menjadi puncak perayaan Idul Fitri di provinsi Serambi Madinah.
Rivki Maulana | 25 Juni 2017 10:49 WIB
Perajin merangkai daun nipah atau biasa dikenal dengan daun atap muda menjadi kulit ketupat di kawasan 3-4 Ulu Palembang, Sumsel, Senin (19/6). Para perajin kulit ketupat musiman mulai melakukan aktivitas pembuatan untuk memenuhi permintaan kulit ketupat daun nipah yang khas ini di pasaran. ANTARA FOTO - Feny Selly

Bisnis.com, BOGOR -- Warga Gorontalo bersiap menyambut tradisi Gebyar Ketupat pada tujuh hari setelah hari raya Idulfitri 1438 Hijriah. Gebyar Ketupat tersebut sekaligus bakal menjadi puncak perayaan Idulfitri di provinsi Serambi Madinah.

Rolis Pratama, warga Kota Gorontalo mengatakan dalam tradisi Gebyar Ketupat, setiap warga bakal menyediakan hidangan bagi siapapun tamu yang berkunjung. Perayaan Gebyar Ketupat menurut Rolis bahkan lebih ramai dibandingkan Idul Fitri.

"Bahkan kalau [perayaan] jatuh pada hari kerja, PNS [pegawai negeri sipil] biasanya diliburkan dan kantor [pemerintahan] tutup," ujar Rolis kepada Bisnis.com, Minggu (25/6).

Sementara itu, pelaksaan salat Idulfitri di Gorontalo hari ini dipusatkan di Masjid Raya Gorontalo dan dihadiri Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Adapun Walikota Kota Gorontalo, Marten Taha melaksanakan salat Idul Fitri di GOR Nani Wartabone.

Rolis menuturan, seperti di tempat lain, masyarakat Gorontalo juga saling berkunjung ke sanak keluarga dan para tetangga di lingkungan tempat tinggal pada hari pertama Idul Fitri. Di samping itu, tradisi ziarah kubur juga menjadi kegiatan rutin yang dilakukan saat hari raya Idulfitri.

Sebelummya, masyarakat Gorontalo juga menggelar Tumbilotohe atau menyalakan lampu obor empat hari menjelang Idulfitri. Lampu dinyakan di halaman rumah selama tiga malam berturut-turut sejak senja tiba hingga pagi hari.

Sebelumnya, Resma Kabakoran, Plt Kepala Dinas Pariwisata Gorontalo mengatakan Tumbilotohe ke depan bakal dikemas lebih menarik agar bisa menarik turis, terutama dari luar negeri.

"Ini memang tradisi kami dan biasanya yang datang dari orang-orang yang mudik ke Gorontalo," jelas Resma.

Dia menerangkan, selain Tumbilotohe, Gorontalo juga bakal menggelar Gebyar Ketupat dan Lomba Pacuan Kuda satu pekan setelah Idul ftri. Lomba pacuan kuda menurut Resma bakal diiuti oleh peserta dari seluruh Sulawesi.

Untuk diketahui, Gorontalo kini memang mulai gencar mempromosikan pariwisata ke publik guna menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Resma mengatakan tahun ini Gorontalo menargetkan kunjungan wisatawan asing sebanyak 30.000 turis.

Sementara itu, tahun lalu, kunjungan turis asing mencapai 7.000 wisatawan sedangkan total pelancong yang melawat ke Gorontalo mencapai 367.000 atau tiga kali lipat dari target.

Tag : pariwisata
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top