KULINER NUSANTARA: Manisnya Cuan dari Legen Situbondo

Bisnis.com, SITUBONDO--Lapak-lapak sederhana yang dibangun dengan bambu, tanpa lampu, menjadi tempat bagi masyarakat untuk menjual minuman manis nan segar.
Tim Jelajah Jawa-Bali 2017 | 24 Juni 2017 13:55 WIB

Bisnis.com, SITUBONDO--Lapak-lapak sederhana yang dibangun dengan bambu, tanpa lampu, menjadi tempat bagi masyarakat untuk menjual minuman manis nan segar.

Legen merupakan minuman tradisional yang banyak ditemukan di sekitar wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Minuman ini dibuat dari buah pohon siwalan, sedangkan di beberapa daerah lain, ada yang berasal dari nira kelapa.

Di Situbondo, ada dua jenis legen, pertama hasil sadapan langsung, serta menggunakan proses perebusan. Salah seorang pedagang legen, Eka (40), mengaku dapat menjual legen sebanyak 40-60 botol per hari. Dia mengatakan legen dibuat sendiri dengan memanfaatkan pohon siwalan milik warga.

"Kami membuat sendiri, ambil dari pohon yang kami sewa per tahun. Sebotol kami hargai Rp10.000," tuturnya kepada Tim Bisnis Indonesia Liputan Lebaran: Jelajah Jawa Bali 2017, Sabtu (24/06/2017).

Eka menjelaskan untuk legen yang direbus, akan mengeluarkan rasa lebih gurih dan wangi. Menurutnya, jika rebus lama legen tersebut menjadi gula merah. Eka menjual legen dalam botol bekas air minum dalam kemasan ukuran 1,5 liter.

Pada periode Ramadan, meski tak banyak yang singgah pada siang hari, ibu dua anak ini, mampu menjual hingga 80 botol.

"Biasanya pada minum di sini, tapi kalau Ramadan cuma beli botolan,". tambahnya.

Legen ini rasanya manis, tapi sayangnya tidak tahan lama karena jika dibiarkan akan mengalami proses fermentasi akibat aktivitas mikroba tertentu. Legen sendiri mengandung cairan isotonik yang mampu menggantikan keluarnya cairan tubuh melalui keringat.

Tim Peliput: Agne Yasa, David Eka Issetiabudi, Feri Kristianto, Yanita Petriella.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kuliner lebaran

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top