Jajan Story, Bolu Ketan Hitam Hingga Kue Awuk Awuk

Sejak awal kemunculannya pada Januari 2017, Jajan Story sebagai produsen jajanan Indonesia kian memperlebar lini usahanya. Hari ini, dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperluas jaringan, Jajan Story menggelar buka puasa bersama dengan seluruh mitra kerjanya di Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Minggu (18/6).nn
Ramdha Mawaddha | 19 Juni 2017 03:09 WIB
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak awal kemunculannya pada Januari 2017, Jajan Story sebagai produsen jajanan Indonesia kian memperlebar lini usahanya. Hari ini, dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperluas jaringan, Jajan Story menggelar buka puasa bersama dengan seluruh mitra kerjanya di Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Minggu (18/6/2017).

Kegiatan yang dimulai pada pukul 17.30 ini dihadiri oleh sejumlah mitra yang telah bergabung dalam Jajan Story. Di tempat ini juga diperkenalkan beberapa produk kue tradisonal seperti kue barongko khas Makassar, kue awuk awuk dan kue putu ayu.

Dalam display jajanan tersebut setidaknya lebih dari lima jenis kue yang diperkenalkan yang merupakan hasil tangan dari para mitra yang telah tergabung.

Jajanan tradisional yang diperlihatkan menjadi daya tarik tersendiri oleh para tamu undangan yang hadir. Selain keunikan dari masing-masing jajanan, para artisan kue tersebut juga turut hadir berbagi kisah seluk beluk membuat kue.

Salah satunya Ai Widaningsih asal Garut, Jawa Barat yang memperkenalkan kue bolu ketan hitam buatannya. Ai yang saat ini menjalankan usahanya dalam skala home industry kini bergabung bersama Jajan Story untuk lebih memperkenalkan kue yang turun temurun dia pelajari dari Ibunya. 

Ai mengatakan, kue buatannya termasuk aman dikonsumsi karena tidak menggunakan bahan pengawet dan semua bahan yang digunakan alami. Bahkan bahan dasar beras ketan hitam yan digunakan pun buakan olahan pabrik.

"Saya 12 tahun telah menggeluti pembuatan kue ini. Di Garut banyak produk yang sama, tapi rasanya beda. Ada kenyal kenyal gimana gitu," katanya.

Pendiri Jajan Story Wulandari mengatakan, menemukan mitra untuk bergabung bukan hal mudah. Setelah mendapat rekomendasi, selanjutnya adalah menguji kalayakan jajanan tersebut dari segi kualitas dan kesehatan.

"Kalau belum terpenuhi, kami akan memberikan pendampingan dan edukasi untuk meningkatkan kualitas dan menghindari bahan pengawet,  katanya.

Wulandari mengatakan, kedepannya dia semakin membuak peluang untuk mitra yang ingin bergabung. Tak hanya di Jawa, tapi di seluruh Indonesia.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kuliner

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top