Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Promosi Wisata, Babel Andalkan Pulau Belitung

Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dikenal dengan tambang Timah dan objek wisata pantai. Sektor pariwisata Babel ini paling banyak berada di Pulau Belitung dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Syafri Ario
Syafri Ario - Bisnis.com 03 Mei 2017  |  12:45 WIB
Pulau Lengkuas di Bangka Belitung - Bisnis Indonesia/Syafri Ario
Pulau Lengkuas di Bangka Belitung - Bisnis Indonesia/Syafri Ario

Bisnis.com, PANGKALPINANG - Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dikenal dengan tambang Timah dan objek wisata pantai. Sektor pariwisata Babel ini paling banyak berada di Pulau Belitung dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Pemprov Babel pun mencanangkan Pulau Belitung sebagai andalan pariwisata di Indonesia. Babel memiliki pantai yang khas dengan pasir putih bersih dan bebatuan indah di tepi pantai.

Berikut petikan wawancara Bisnis dengan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rivai.

Apa ciri khas objek wisata di Babel?

Kita dianugerahi alam yang bagus, baik di Pulau Bangka maupun di Pulau Belitung, terutama pantai dan pulau kecil di Belitung yang bisa dikembangkan objek wisata yang berkaitan dengan air.

Babel memiliki perbandingan luas darat dan laut, 20:80, potensinya adalah pulau kecil dengan seisinya, artinya ada wisata di atas air dan wisata di bawah air seperti menyelam, tak hanya atraksi, tetapi juga alam dan budaya sebagai bagian dari kearifan lokal bernuansa religius serta sejarahnya.

Apa rencana pengembangan wisata Babel?

Kami sudah menyusun program 2017-2022, yaitu masuk ke RPJM atau rencana pembangunan menengah daerah. Tahapannya sudah sampai kepada musrenbang. Namun saat ini, kita harus menyinkronkan dengan kebijakan gubernur terpilih.

Apa saja event pariwisata Babel saat ini?

Event jangan diorientasikan yang dilakukan oleh provinsi saja, namun event di kabupaten dan kota juga hasil sinkronisasi antara kabupaten dan provinsi, contoh MXGP, Sungailiat Triathlon dan Bangka Expo.

Disamping itu, pada bulan Juli, ada Toboali City on Fire di Belitung timur. Saya berharap di masing-masing daerah itu punya event yang bisa menghadirkan baik wisatawan lokal maupun mancanegara, kuncinya tidak terlepas memang dari event, orang akan berkunjung tidak serta merta hanya untuk menghabiskan masa cuti, tetapi mereka mengaitkan dengan event di sana, itu baru pas.

Namun, harus diakui aksesibilitas, khususnya jalur transportasi, rasanya sudah relatif bagus, tetapi ke depan memang perlu dipikirkan untuk menarik wisman dengan direct flight. Pemerintah harus menjadikan Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin di Pulau Belitung menjadi bandara Internasional, agar sama dengan kota lain di Indonesia.

Bagaimana persinggungan sektor wisata Belitung dan tambang?

Tambang tidak ada yang mengganggu di Pulau Belitung, sampai saat ini tidak ada masalah pariwisata dan tambang di Belitung. Kalaupun terganggu nantinya ekosistem tetap prioritasnya adalah pariwisata.

Investasi yang menunjang pariwisata bagaimana?

Ya, memang untuk menarik wisatawan berkunjung ke Babel, selain atraksi juga butuh pelaku usaha. Pelaku usaha butuh SDM dan kesadaran masyarakat. Kita berharap pelaku wisata menangkap peluang di Belitung, sehingga bisa memberi dampak ekonomi, artinya ternyata pariwisata itu tidak bisa berjalan sendiri.

Dari sisi amenitas, memang akomoditas sangat dibutuhkan, seperti hotel. Di Belitung saat ini mungkin ada 3 atau 4 hotel berbintang sedang berproses dalam pembangunan, diperkirakan 3 bulan sudah ada peresmian, contoh Hotel Sheraton dan Swiss Bell. Di Pulau Bangka sendiri juga sedang dibangun Swiss Bell, belum lagi hotel bintang 1 dan 2, minggu lalu saya meresmikan Hotel Renz.

Bagaimana pengembangan home stay?

Bangka Belitung belum menjadi tren, namun perlu juga dikembangkan karena tidak semua juga yang mau tidur di hotel, di beberapa tempat wisata kadang jauh dari hotel, maka di sana nanti bisa dikembangkan home stay atau seperti pulau kecil yang jauh dari hotel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top