Saat Kopi Indonesia Harumkan IMF Spring Meetings

Ada \'keramaian\' di salah satu sudut Atrium Markas International Monetary Fund, Washington D.C., AS, Rabu (19/4) siang waktu setempat.
Galih Kurniawan | 20 April 2017 13:55 WIB
Kopi Indonesia di acara IMF - Galih Kurniawan

Bisnis.com, WASHINGTON DC - Ada 'keramaian' di salah satu sudut Atrium Markas International Monetary Fund, Washington D.C., AS, Rabu (19/4) siang waktu setempat.

Antrean mengular sesaat setelah memasuki gedung pertama IMF. Padahal tak berapa lama lagi, Christine Lagarde, Managing Director IMF, bakal tampil dalam seminar yang digelar di tempat yang sama.

Usut-punya usut, ternyata para peserta IMF Spring Meetings 2017 itu menyempatkan diri untuk mencicipi racikan kopi asli Indonesia yang memang disediakan khusus di acara ini.

Macam-macam jenisnya, ada kopi Aceh Gayo (arabica-organic), Sidikalang Medan (arabica-organic), Toraja Kalosi (arabica), Temanggung (robusta), Bali Kintamani (arabica organic), Flores Badjawa (arabica-organic), hingga Wamena Papua (arabica).

Indonesia yang diwakili delegasi Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan dalam ajang tersebut memang menghadirkan gerai Indonesia di sejumlah tempat. Selain di Gedung IMF, ada juga gerai di Gedung World Bank yang lokasinya tak jauh dari Markas IMF di 19th Street NW, Washington D.C.

Gerai itu menjadi ajang promosi bagi Indonesia. Apalagi pada tahun depan Indonesia akan menjadi tuan rumah Annual Meetings IMF & World Bank. Pertemuan itu bakal digelar di Bali mulai 12-14 Oktober 2018.

Lazimnya gerai promosi, tersedia pula beragam brosur berisi informasi kondisi perekonomian dan pariwisata di Indonesia.

Jadi bagaimana komentar mereka yang telah mencicipi kopi Indonesia? "Saya sangat suka kopi Sumatra, tapi saya belum siap untuk kopi luwak," ujar seorang peserta asal Amerika Serikat sembari tertawa lepas.

Tag : kopi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top