Seduhan Magis Teh Relaksasi

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk mendapatkan kualitas seduhan teh terbaik, ada tiga elemen penting yang harus diperhatikan; yaitu air, temperatur, dan lama penyeduhan.
Wike Dita Herlinda | 17 April 2017 17:43 WIB
Ilustrasi - Servingjoy

 Bisnis.com, JAKARTA - Untuk mendapatkan kualitas seduhan teh terbaik, ada tiga elemen penting yang harus diperhatikan; yaitu air, temperatur, dan lama penyeduhan.

Air                  : Jenis air yang terbaik untuk menyeduh teh adalah soft water atau purified water yang tidak banyak mengandung mineral. Banyak jenis teh yang memiliki aroma dan citarasa ringan. Jadi, menggunakan air dengan kualitas buruk akan merusak citarasa tersebut.

Temperatur   : Temperatur sangat krusial untuk mengekstrak kualitas terbaik dari teh. Beberapa jenis teh cenderung lebih rapuh, sehingga temperatur akan sangat memengaruhi rasa, aroma, dan keasaman dari seduhan.

Lama penyeduhan    : Pada dasarnya, semakin lama teh diseduh, semakin pekat hasil seduhannya. Terlalu lama menyeduh bisa mengakibatkan rasa pahit dan ketidakseimbangan rasa. Namun, perlu diperhatikan, daya infusi dari setiap jenis teh berbeda-beda.

Selain itu, simpan teh pada temperatur konstan dan kemasan kedap udara. Hindarkan dari cahaya, panas, kelembapan, dan aroma menyengat. Jika sudah memahami elemen-elemen penting tersebut, berikut adalah cara yang tepat untuk menyeduh teh agar dapat menghasilkan kualitas seduhan terbaik:

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Varietas:                     Temperatur (oC):                  Lama penyeduhan (menit):

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Teh hijau                     74-80                                       1-3

Teh putih                     80-85                                       2-4

Teh oolong                  85-90                                       2-4

Teh hitam                    96-98                                       3-5

Teh puerh                    100 (titik didih)                       0,5-2

Teh herbal                   100 (titik didih)                       5-7

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Sumber: Tea Et Al, diolah

Di tengah impitan hiruk pikuk denyut perkotaan, warga urban selalu membutuhkan celah untuk mengendorkan saraf sejenak. Banyak cara yang bisa ditempuh dalam melakukan relaksasi di antara hutan beton perkotaan.

Salah satu terapi relaksasi yang dipercaya mujarab selama ratusan tahun adalah meminum teh. Secangkir teh pilihan terbaik seolah memiliki kemampuan magis untuk memanjakan tubuh dan membuat siapapun lebih rileks di tengah cekikan kesibukan.

Oleh karena itu, jangan anggap remeh kekuatan ajaib air seduhan teh. Dengan padu padan serta kombinasi racikan bahan yang tepat, siapapun dapat meramu teh eksklusif yang memiliki manfaat positif bagi tubuh dan pikiran.

Hal itu dilakukan oleh A.N. Gunarto saat mendirikan Tea Et Al, sebuah kafe teh bergaya modern yang menawarkan sensasi menyesap berbagai kombinasi racikan teh mewah berkelas internasional.

Kafe teh eksklusif yang memiliki cabang di Plaza Indonesia, Pacific Place, Plaza Senayan, dan Lippo Mall Puri itu menjanjikan pengalaman menikmati tradisi minum teh dari berbagai penjuru bumi yang berbalutkan gaya hidup modern.

Terdapat puluhan jenis racikan teh lepas (loose tea) dan kantong teh (teabag) yang dibagi ke dalam tipe klasik, floral (perpaduan teh dengan bunga-bungaan), fruity (teh dengan buah-buahan), herbal, signature, dan spiced (teh dengan rempah).

Jika Anda bingung menentukan mana jenis racikan yang sesuai karakter, kebutuhan, mood, atau selera; Anda dapat mengawali seleksi dengan memilah bahan dasar teh yang digunakan dalam racikan.

Pada dasarnya, terdapat enam jenis teh yang digunakan, yaitu; teh hijau, putih, oolong, hitam, puerh, dan herbal. Masing-masing dapat dikombinasikan dengan berbagai bahan seperti bunga-bungaan, buah-buahan, bahkan rempah-rempahan.

Beda Karakter

Setiap tipe racikan memiliki karakter yang berbeda. Racikan spiced cenderung lebih kaya cita, rasa, dan aroma. Signature lebih otentik, karismatik dengan sentuhan artisan. Herbal lebih menenangkan dan menyejukkan pikiran serta jiwa.

 Adapun, racikan fruity lebih meledak-ledak dan kaya akan sensasi rasa yang kuat. Floral berkarakter eksotis dan menyegarkan. Sementara itu, racikan klasik lebih menonjolkan kekuatan inti dari teh pilihan terbaik.

Salah satu teh yang populer di Tea Et Al adalah racikan 1945 Tea, yang termasuk ke dalam kategori spiced. Teh bercita rasa manis dan malty ini diramu khusus untuk menghormati hari kemerdakaan Republik Indonesia pada 1945.

"Teh ini mengombinasikan teh hitam Jawa dengan aroma rempah kayu manis cassia, yang merupakan salah satu jenis rempah yang paling banyak dieksploitasi selama era kolonial. Terdapat juga campuran peper blossom dan pink peppercorn dalam teh ini.”

 Jika Anda kurang menyukai citarasa rempah yang kuat, berbagai racikan teh dengan aroma manis buah-buahan dapat dipilih. Misalnya sajaUnparalleled Interlude, yang merupakan kombinasi teh hijau (sencha) dengan melon honeydew kering, akar lotus, dan lemon balm.  

Bagi Anda yang awam dengan seni meminum teh, Anda dapat melatih indera dan kemampuan menikmati teh selayaknya para pakar dengan melakukan teknik sederhana yang disebut ‘tea pairing’. Awali dengan menyesap teh secara lembut pada cangkir.

Lalu, gigit secuil kukis dan rasakan ledakan rasa teh secara perlahan pada lidah dan rongga mulut Anda. Baru, analisislah after taste-nya. Pertimbangkanlah bagaimana rasa kukis dan teh berbaur di dalam mulut Anda. Sesap teh lagi untuk membersihkan citarasa yang tersisa.

Tag : teh
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top