Sensasi Tinggal di Penginapan Ramah Lingkungan

Dengan adanya kekhawatiran terhadap perubahan iklim, membuat beberapa wisatawan berharap dapat menemukan cara untuk mengurangi dampak pada lingkungan.
Mia Chitra Dinisari | 15 April 2017 07:55 WIB
Apik dan Hijau Langkawi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Dengan adanya kekhawatiran terhadap perubahan iklim, membuat beberapa wisatawan berharap dapat menemukan cara untuk mengurangi dampak pada lingkungan.

Homesharing atau berbagi rumah merupakan pilihan yang lestari untuk berwisata dan menjelajah, selain itu dapat menjaga alam agar tidak menambahkan dampak buruk pada lingkungan.

Berbekal alasan tersebut, Airbnb platform penyedia layanan penginapan,  mendorong efisiensi penggunaan sumber daya dan kesadaran yang berkelanjutan antara pemilik rumah dan tamu. Airbnb bukan hanya memberikan pengalaman mengesankan tapi juga memberikan cara yang lebih ramah lingkungan untuk bepergian.”Kata Robin Kwok, Airbnb Country Manager untuk Asia Tenggara, Hong Kong dan Taiwan.

Berdasarkan sebuah studi dari Cleantech Group, penginapan yang disedikan Airbnb mengonsumsi energi lebih sedikit 63% dibandingkan akomodasi tradisional lainnya dan menghasilkan emisi rumah kaca yang lebih rendah sebesar 61%. Terdapat juga pengurangan air yang digunakan oleh tamu sebanyak 39% per malam; yang berarti seukuran dengan 3000 kolam olimpiade!

Dalam rangka merayakan Hari Bumi Internasional, AirBnb menyediakan pilihan rumah terhijau di Asia Tenggara. Pengalaman liburan yang ditujukan kepada wisatawan yang ingin mengetahui tentang dampak pada lingkungan termasuk pengalaman hidup di tanah perkebunan. Tinggal di desa hijau dimana anda dapat menghabiskan waktu di sekolah yang fokus dalam pengajaran kelestarian lingkungan, sejuk dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Berikut pilihan tersebut:

1. Rumah Bambu Mempesona di Tepi Sungai - Bali, Indonesia
Villa ramah lingkungan yang mempunyai arsiktektur menakjubkan terbuat dari bambu, termasuk lantai yang mewah, dinding, tangga dan atap yang mempunyai struktur bambu inovatif.
Terletak di lembah sungai Ayung suci, dikelilingi alam tenang dan lokasi unik di desa yang hijau. Termasuk perkebunan organik dan sekolah dengankurikulum yang fokus terhadap kehidupan. Mereka menumbuhkan tanaman mereka sendiri dan menghasilkan sebagian besar kekuatan mereka sendiri. Terdapat workshop untuk mengajarkan tamu membangun rumah dari bamboo, menggunakan kelapa sebagai makanan, tempat berlindung, bahkan sabun.

2. Pondok petani Melayu – Langkawi, Malaysia

Terletak di sebuah desa untuk para pekerja, dan dikelilingi oleh alam yang belum pernah tersentuh, serta terdapat sawah dan Geopark, UNESCO Heritage Site,merupakan bentuk dari pedesaan. Pondok indah ini direnovasi oleh petani tradisonal yang tinggal selama 100 tahun. Dengan kemewahan yang modern dan pemandangan gunung Mat Cincang. Berjumpa dengan hewan kerbau, tempat yang terbuka & kicauan burung pantai dan Nocturnal Colugo atau Flying Lemur.

3. Rumah Pantai Ramah Lingkungan - Bali Barat, Indonesia
Rumah pohon buatan tanganyang indah ini terletak di desa yang terdapat di bali, terbuat dari kayu perahu yang di daur ulang, kapur dan dan kayu lokal yang dipanen secara berkelanjutan. Dikelilingi oleh pohon-pohon, memiliki beranda yang besar dan dikeliling oleh kebun organik.

4. Rumah Alam – Bangkok, Thailand
Oase kecil yang terletak diantara keramaian kota Bangkok. Pondok kecil yang nyaman ini berlokasi di luar kota Bangkok. Dengan balkon berbentuk taman, dikelilingi dengan kicauan burung dan pohon. Anda akan terlupa bahwa Anda berada di salah satu kota terbesar di Asia.

5. Apik dan Hijau - Penang, Malaysia
Carilah penginapan yang tidak jauh dari Georgetown, Penang. Melarikan diri ke surga yang bergaya tenang. Bersantai di sebuah apartemen setelah berhari-hari berjalan di lorong Georgetown, bersantai dengan balkon yang berbentuk taman dan pemandangan pantai- pengalaman yang luar biasa!

Tag : traveling
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top