Gorontalalo Sasar Kunjungan Turis Mancanegara 4 Kali Lipat

Pemerintah Provinsi Gorontalo mengincar kunjungan wisatawan asing hingga 30.000 sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut 4 kali lipat dari lawatan turis mancanegara pada 2016 seanyak 7.000 wisatawan.
Rivki Maulana | 12 April 2017 17:30 WIB
Imbauan Dilarang Menyentuh Hiu Paus Warga menyentuh mulut Hiu paus (whale shark) di Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo - Antara

Bisnis.com, MANADO - Pemerintah Provinsi Gorontalo mengincar kunjungan wisatawan asing hingga 30.000 sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut 4 kali lipat dari lawatan turis mancanegara pada 2016 seanyak 7.000 wisatawan.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Gorontalo, Resma Kabakoran, mengatakan lonjakan kunjungan tersebut diharapkan bisa tercapai berkat program stimulus dari Kementerian Pariwisata.

Pasalnya, hingga saat ini belum ada penerbangan international langsung ke Gorontalo kendati secara teknis Bandara Jalaludin bisa didarati pesawat sekelas Boeing 737-900 ER.

"Kemenpar mengupayakan penerbangan [internasional] carter sedangkan kami menyiapkan destinasi wisata dan sejumlah event yang bisa mendatangkan wisatawan," ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (12/4/2017).

Sebagaimana diketahui, kemenpar memang memiliki program stimulus untuk membantu daerah-daerah yang memiliki potensi dan kemampuan pariwisata, namun belum maksimal dalam pengembangannya. Salah satu kendala utama dalam pengembangan pariwisata di daerah adalah akses transportasi.

Di Gorontalo, hingga saat ini bahkan belum ada maskapai yang terbang langsung dari Jakarta. Penerbangan ke Gorontalo sejauh ini perlu transit di Makassar maupun Manado. Pemprov Gorontalo sebelumnya sudah berupaya meminta penerbangan langsung ke provinsi Serambi Madinah.

Penerbangan langsung ke Gorontalo diharapkan bisa mendongkrak minat wisatawan mancanegara. Turis dari China merupakan pangsa pasar paling potensial.

Hasilnya, mulai Rabu (13/4/2017), Batik Air bakal terbang langsung dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.

Resma mengatakan, penerbangan langsung ke Gorontalo diharapkan bisa mendongkrak minat wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara melawat ke Gorontalo. Tahun lalu, total kunjungan turis ke Gorontalo mencapai 367.000 atau tiga kali lipat dari target sebanyak 120.000.

Menurut Resma, Gorontalo tengah menyasar turis asing dari China sebagai pangsa pasar yang paling potensial. Pasalnya, saat ini kunjungan turis China diakui mengalami peningkatan signifikan berkat adanya rute penerbangan Manado-Gorontalo yang hanya memerlukan waktu tempuh 30 menit.

Resma menuturkan, limpahan turis China yang masuk ke Sulawesi Utara bakal menjadi modal penting untuk menarik wisatawan dari negara lain sekaligus menambah pencitraan pariwisata Gorontalo di kalangan turis asing.

Untuk diketahui, sejak Juli 2016, kunjungan turis China ke Sulawesi Utara mulai mengalir deras berkat adanya penerbangan langsung ke Manado. Tahun lalu, sebanyak 62% turis asing yang datang ke Sulut berasal dari China.

Pada dua bulan pertama 2017, turis China bahkan menyumbang 82% terhadap total kunjungan turis asing di Sulut.

Guna menarik wisatawan, Pemprov Gorontalo bakal terus membenahi sejumlah destinasi.

Saat ini, Gorontalo memang mengandalkan wisata alam. Pulau Cinta dan penampakan hiu paus di Botubarani menjadi salah dua destinasi yang menarik minat wisatawan.

Selain itu, fenomena migrasi 35 spesies burung di Danau Limboto juga menjadi destinasi wisata yang cukup diminati.

Tag : turis asing
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top