Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

3 BUMN Patungan Kembangkan Kawasan Wisata Colomadu

PT PP (Persero) Tbk. bersama anak usahanya PT PP Properti Tbk., serta PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) dan PT Jasamarga Properti membentuk usaha patungan pengembangan proyek kawasan wisata di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 11 April 2017  |  19:03 WIB
3 BUMN Patungan Kembangkan Kawasan Wisata Colomadu
Ilustrasi - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk. bersama anak usahanya PT PP Properti Tbk., serta PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) dan PT Jasamarga Properti membentuk usaha patungan pengembangan proyek kawasan wisata di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Indaryanto, Direktur Keuangan PP Properti mengatakan, pembentukan badan usaha patungan tersebut telah ditandatangani oleh para pihak yang terlibat pada Sabtu, 8 April 2017 pekan lalu. Modal dasar perusahaan tersebut senilai Rp42 miliar.

Perusahaan patungan tersebut dibentuk dalam rangka pengembangan kawasan cagar budaya internasional di bekas lahan pabrik gula Colomadu seluas 19,7 hektar. Peletakan batu pertama proyek tersebut telah dilakukan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno pada akhir pekan lalu.

Emiten dengan kode saham PPRO itu menggenggam porsi minoritas dalam perusahaan patungan tersebut, yakni hanya 10% dengan nilai penyertaan modal dasar hanya Rp4,2 miliar. Porsi mayoritas disetor oleh induk usaha, yakni PTPP senilai Rp30,24 miliar atau setara 72%.

Sementara itu, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko dan PT Jasamarga Properti masing-masing menyetor 10% dan 8%, atau senilai Rp4,2 miliar dan Rp3,36 miliar.

Indaryanto mengatakan, proyek tersebut nantinya akan meliputi sejumlah produk yang mendatangkan pendapatan berulang. Konsepnya berupa tempat hiburan atau pentas seni, serta pasar wisata kuliner dan souvenier.

Baca Juga : PGN Lawan KPPU

“Seberapa signifkan kontribusinya nanti mungkin tidak terlalu besar, tetapi jelas akan ada pertambahan profit bagi kami, recurring income tentu bertambah. Namun, sekarang belum ketahuan nilainya,” katanya saat dihubungi, Selasa (11/4/2017).

Proyek tersebut akan diselesaikan dalam setahun mendatang, atau sudah bisa beroperasi pada kuartal kedua tahun depan. Sejauh ini, operator kawasan tersebut pun belum ditentukan.

Pabrik Gula Colomadu merupakan salah satu pabrik gula PTPN IX yang sudah tidak beroperasi lagi. Pabrik gula tersebut merupakan warisan peninggalan masa kolonial Belanda.

Bangunan lama peninggalan Belanda dan perabotan pabrik akan dipertahankan dan direvitalisasi sebagai warisan sejarah sekaligus daya tarik wisata kawasan ini nantinya. Salah satu tema atraksi wisata utama yang diusung adalah sejarah gula di Indonesia.

Baca Juga : DPD Membara

Kawasan tersebut sangat potensial sebagai kawasan wisata, mengingat lokasinya yang berada di tengah kota dan tidak jauh dari Bandara Adi Sumarmo, Surakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

destinasi wisata
Editor : Fajar Sidik
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top