Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pariwisata Asia Buktikan Mampu Dongkrak Perekonomian

Industri pariwisata di regional Asia masih menjadi kekuatan potensial untuk mendongkrak ekonomi kawasan, setelah sejumlah negara mulai dari Jepang, China, dan India mendominasi peringkat di Travel and Tourism Competitiveness Index 2017.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 10 April 2017  |  12:41 WIB
Pariwisata Asia Buktikan Mampu Dongkrak Perekonomian
Tai Po Waterfront Park di Tai Po, Hong Kong - News.com.au
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Industri pariwisata di regional Asia masih menjadi kekuatan potensial untuk mendongkrak ekonomi kawasan, setelah sejumlah negara mulai dari Jepang, China, dan India mendominasi peringkat di Travel and Tourism Competitiveness Index 2017.

Sektor perjalanan dan pariwisata di Asia mulai menunjukkan pengaruhnya dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Secara global, industri ini bahkan berkontribusi hingga 10% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) tahun lalu.

Peringkat tiga besar diisi oleh Spanyol, Prancis, dan Jerman akibat tingginya skor di kekayaan alam, budaya, infrastruktur yang memadai, serta pelayanan yang mengagumkan. Meskipun posisi sepuluh besar masih didominasi oleh negara maju, 12 dari 15 negara dengan tingkat perbaikan paling besar merupakan negara berkembang dan berada di Asia.

Hong Kong naik dua poin ke peringkat 11, lalu China naik dua peringkat menjadi 15 besar, Korea Selatan naik 10 poin ke posisi 19, Malaysia masuk peringkat 30 besar dengan posisi 26, hingga India yang melesat 12 poin ke posisi 40 besar.

“Kebangkitan Asia membuktikan bahwa kawasan ini memiliki potensi. Untuk memanfaatkan peluang yang ada, maka negara-negara yang berada di dalamnya masih harus memperrbaiki sejumlah hal mulai dari meningkatkan tingkat keamanan, promosi, pembangunan infrastruktur, dan menciptakan kebijakan visa yang kuat,” kata Tiffany Misrahi, Community Lead of the Aviation, Travel and Tourism Industries, World Economic Forum, mengutip keterangan resminya, Senin (10/4/2017).

Dalam laporannya, TTCI 2017 juga menemukan bahwa kebijakan proteksionis yang dianut sebuah negara tidak akan menahan arus perjalanan internasional. Ketahanan industri pariwisata terletak pada upaya sektor ini dalam membangun jembatan antara manusia dengan kebijakan visa yang kuat guna meningkatkan keamanan serta memfasilitasi arus perjalanan.

“Saat ini, tingginya permintaan dari negara berkembang dan kedinamisan teknologi menjadi titik tolak pertumbuhan industri pariwisata yang sangat cepat,” tekan Roberto Crotti, Economist, World Economic Forum.

Menurutnya, kapasitas negara dalam merespons dan mendukung perubahan structural akan menentukan kesuksesan industri pariwisata.

 

 

 

 

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top