Bidik Turis Eropa, Sulut Promosi Wisata ke Belanda

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Perhimpunan Duta Wisata Sulut menggelar Sulut Expo di Amsterdam guna mempromosikan potensi investasi dan pariwisata Sulut di Negeri Kincir Angin tersebut. Ajang itu diselenggarakan pada 23-25 Maret 2017.
Rivki Maulana | 26 Maret 2017 20:36 WIB
Dari Kiri ke Kanan: Walikota Bitung Maximilian Lomban, Duta Besar RI untuk Polandia Peter F Gontha, Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja, dan Ketua BKPM untuk Uni Eropa Nurul Ichwan manyampaikan paparan investasi dan pariwisata Sulut di KBRI Den Haag, 23 Maret 2017. - Istimewa/Duta Wisata

Bisnis.com, MANADO -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Perhimpunan Duta Wisata Sulut menggelar Sulut Expo di Amsterdam guna mempromosikan potensi investasi dan pariwisata Sulut di Negeri Kincir Angin tersebut. Ajang itu diselenggarakan pada 23-25 Maret 2017.

Soraya Togos, Sekretaris Duta Wisata Sulut, mengatakan Sulut Expo dimulai dengan forum pariwisata, perdagangan, dan investasi (tourism, trade, and investment) pada 23 Maret 2017 di Den Haag.

Wali Kota Bitung Maximilian Lomban dan Walikota Tomohon Jimmy Eman menyampaikan peluang investasi dalam forum di hadapan 200 pengusaha Eropa.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja, Duta Besar RI untuk Polandia Peter F Gontha, dan Ketua BKPM untuk Uni Eropa Nurul Ichwan juga turut menyampaikan paparan guna meyakinkan investor untuk membenamkan modal di provinsi Bumi Nyiur Melambai.

Soraya menuturkan, Sulut Expo juga diisi pameran wisata dan pagelaran seni budaya pada 24-35 Maret 2017. Hajatan ini dihadiri sekitar 1.500 peserta dari Belanda, Italia, Prancis, Swiss, Jerman, Polandia, Inggris dan berbagai negara Eropa lainnya.

"Kami puas karena para investor Eropa sangat tertarik dan siap berinvestasi di Sulawesi Utara," ujarnya kepada Bisnis.com, Minggu (26/3/2017).

Yerry Tawalujan, Ketua Umum Duta Wisata Sulut menambahkan, Sulut Expo Amsterdam diharapkan bisa mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan investasi Eropa ke Sulut. Hingga tahun lalu, kunjungan turis asing ke Sulut masih didominasi China dan Singapura.

Data BPS menunjukkan, sepanjang 2016, turis asing yang melancong ke Sulut mencapai 40.624. Sebanyak 62% dari jumlah tersebut berasal dari China sedangkan turis dari Eropa yang tercatat melawat ke Sulut baru mencapai 4.302 orang atau 10.58%.

Untuk diketahui, pengeluaran turis Eropa dan Amerika Serikat lebih tinggi dari rata-ratapengeluaran turis asing dari seluruh negara yang berkunjung ke Indonesia sebesar US$1.208 per hari.

Pada 2015, pengeluaran rata-rata turis Belanda mencapai US$1.593, Prancis US$1.722, Jerman US$1.576, Inggris US$1.626, Rusia US$1.767.

Tag : sulut, pariwisata
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top