Pemulihan Terumbu Karang Raja Ampat Butuh 100 Tahun

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut kerusakan terumbu karang di Raja Ampat akibat ditabrak oleh kapal MV Caledonian Sky membutuhkan waktu pemulihan antara 50 tahun sampai 100 tahun.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 24 Maret 2017 11:35 WIB
Bongkahan koloni karang yang rusak disebabkan kandasnya Kapal MV Caledonian Sky berbendera Bahama di perairan Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (4/3). Tim Peneliti Sumber Daya Laut Universitas Papua, Conservation International, The Nature Conservancy, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mendata bahwa kerusakan terumbu karang akibat kandasnya Kapal MV Caledonian Sky diperkirakan seluas 13.533 meter persegi dan memusnahkan setidaknya delapan genus terumbu karang berusia ratusan tahun. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, kerusakan terumbu karang di Raja Ampat akibat ditabrak kapal MV Caledonian Sky membutuhkan waktu pemulihan antara 50 tahun sampai 100 tahun.

Dari total kerusakan yang sudah disurvei oleh pemerintah, pemulihan terumbu karang di Raja Ampat, Papua, sangat beragam sehingga membutuhkan waktu lebih dari 100 tahun.

“Kita sedang evaluasi, bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan berkoordinasi tentang lostnya itu. Sudah hitung dengan baik, dan pihak asuransi sudah membuat data itu. Ini melibatkan Swedia, Bahama, jadi cukup kompleks juga,” ungkap Menko Luhut di Gedung BPPT saat coffee morning bersama media, Jumat (24/3/2017).

Sebelumnya, Deputi Koordinasi Bidang Kedaulatan Maritim, Kemenko Kemaritiman Arif Havas Oegroseno mengatakan pemerintah Indonesia dan perusahaan asuransi yang menjamin kapal MV Caledonian Sky, yakni P&I Club menyepakati besaran luasan wilayah terumbu karang yang di survei mencapai 22.060 meter persegi.

"Perkembangan terbaru kita, luasan wilayah survei, bukan luasan kerugian, sudah disepakati mencapai 22.060 meter pe rsegi," ujarnya Senin (20/3/2017).

Luasan terumbu karang untuk disurvei tersebut memiliki rata rata kedalaman antara tiga sampai enam meter dibagi dalam sembilan transek atau penampang luas.

Menurutnya, hingga saat ini, tim yang melakukan pengukuran tersebut baru bisa menyelesaikan sebanyak tujuh transect lantaran terkendala kondisi ombak yang cukup deras, sehingga menyulitkan penyelesaian pekerjaan.

Kemudian, setelah proses survei tersebut selesai mencapai sembilan transect, baru menuju langkah berikutnya yakni melakukan verifikasi luas wilayah kerusakannnya.

"Perusahaan asuransi ini P&I Club, London, ini juga sudah menyatakan kepada saya bersedia membayar segala tuntutan kerugian yang diajukan kita asalkan memenuhi dua syarat yakni terverifikasi dan jumlahnya reasonable," terangnya.

Tag : raja ampat
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top