Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengintip Masa Lalu dengan Menyusuri Kawasan Pecinan di Jakarta

Apa rencana Anda saat berlibur ke Jakarta? Berfoto di Monumen Nasional, pergi ke taman bermain Dunia Fantasi, dan berbelanja di Pasar Mangga Dua? Ah, itu sih sudah biasa.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 23 Maret 2017  |  15:43 WIB

Apa rencana Anda saat berlibur ke Jakarta? Berfoto di Monumen Nasional, pergi ke taman bermain Dunia Fantasi, dan berbelanja di Pasar Mangga Dua? Ah, itu sih sudah biasa. Cobalah untuk mencari suasana berbeda dengan berkunjung ke kawasan pecinan yang terletak di Kelurahan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. 

Berkunjung ke sana akan membuat Anda seolah-olah dibawa kembali ke masa lalu. Hal ini disebabkan oleh sebagian besar bangunan yang arsitekturnya tidak banyak berubah dan tetap terawat. Selain itu, sebagian besar penduduknya yang merupakan suku Tionghoa, sudah berusia lanjut dan masih menjajakan dagangan yang sama seperti saat mereka masih muda. Tertarik untuk berkunjung ke sana? Jika ya, jangan lupa untuk singgah ke dua tempat bersejarah yang ada di kawasan pecinan Glodok berikut ini.

  • Gereja Santa Maria de Fatima

Gereja Katolik umumnya memiliki bangunan dengan arsitektur khas Eropa. Namun, bangunan Gereja Santa Maria de Fatima yang berlokasi di Jalan Kemenangan III/47 ini berbeda. Desain bangunan dan interiornya menyerupai rumah ala warga suku Tionghoa di masa lampau.

Hal ini tidak mengherankan, karena pada mulanya bangunan ini memang merupakan tempat tinggal seorang lurah suku Tionghoa bermarga Tjioe. Kemudian, pada tahun 1953 bangunan tersebut dibeli untuk dibangun menjadi gereja, sekolah, dan asrama bagi orang Hoakiau, julukan bagi para perantau dari daratan Cina.  

Meskipun dari luar terlihat sederhana, bangunan gereja ini ternyata terdiri dari 2 lantai dan memiliki banyak ruang. Ruang untuk beribadah berada di lantai bawah. Di sana, Anda bisa melihat kursi-kursi panjang untuk jemaat yang ditata rapi. Sementara itu, bagian altarnya bernuansa merah dan emas, serta penuh dengan ukiran. Lantai dua dan bagian sekeliling gereja digunakan sebagai kamar untuk para pengurus dan kantor.

  • Kedai Kopi Es Tak Kie

Kedai kopi yang masih eksis sejak zaman penjajahan Belanda ini terletak di Jalan Pintu Besar Selatan III/4-6, Gang Gloria. Sekilas, memang terlihat tidak ada yang istimewa dari menu kopi yang dijajakan di kedai milik Latif Yulus, atau yang biasa dipanggil Awuy. Hanya tersedia kopi hitam, kopi susu, es kopi, dan es kopi susu.

Namun, jangan salah, resep dan cara pembuatan kopi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh keluarga Awuy mampu menghasilkan sajian minuman yang tidak kalah dari kopi buatan kafe kekinian. Rasanya yang khas dan orisinal mampu memikat para penggemar kopi untuk datang kemari. Apalagi Awuy juga menciptakan menu baru, yakni Kopi Tak Tak atau kopi “tantangan”. Disebut demikian karena konon kopi tersebut selevel dengan kopi espreso, yang rasanya cukup kuat dan membuat degup jantung berlipat.

Selain menyajikan kopi yang bercita rasa tinggi, kedai kopi ini memang menawarkan suasana khas tempo dulu untuk tiap pengunjung yang datang. Perabotan yang digunakan masih tidak berubah. Foto-foto lawas kawasan Glodok yang dipajang pun akan membuat Anda seolah-olah kembali ke masa lalu. 

Itu tadi dua tempat bersejarah yang ada di kawasan pecinan Glodok. Sebenarnya, masih banyak tempat-tempat lain di kawasan ini yang menyimpan kenangan di masa lalu, seperti Restoran Siauw A Tjiap yang dikenal sebagai rumah makan keluarga dan tempat pangkas rambut Ko Tang yang ada sejak tahun 1936.

Ayo, sempatkan untuk datang kemari saat Anda berada di Jakarta. Bukankah mengasyikkan bisa melihat kembali masa lalu tanpa harus repot memakai mesin waktu? Nah, bila Anda berasal dari luar Jakarta dan tertarik juga untuk berkunjung, pesan saja penginapan murah yang dekat dengan kawasan Glodok.

Anda bisa memesannya melalui website atau aplikasi Android/iOS Airy Rooms. Penginapannya berfasilitas lengkap, kok, ada televisi, Wi-Fi, perlengkapan mandi, hingga pancuran air hangat.

Pemesanan dilakukan secara online dan Anda bisa membayar via transfer atau kartu kredit.

Mau dapat diskon? Sekarang sudah ada program ajak teman di Airy Rooms. Jadi kalau Anda mengajak teman Anda menginap di Airy Rooms, maka Anda dan teman Anda akan mendapatkan potongan harga sebesar Rp100.000! Untuk info lebih jelasnya bisa dilihat di halaman ini.

Selamat mengintip masa lalu di Jakarta ya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airy rooms

Sumber : Marketing Digital

Editor : MediaDigital

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top