Tradisi dalam Hidangan Mewah

Untuk merayakan momen-momen istimewa, tidak sedikit orang yang memilih gaya selebrasi dengan cara makan-makan. Mereka sengaja datang ke restoran berkelas dan memilih menu-menu spesial yang harganya terbilang mahal.
Wike Dita Herlinda | 23 Maret 2017 16:05 WIB
Lyon Private dining - mandarinoriental

Bisnis.com, JAKARTA- Untuk merayakan momen-momen istimewa, tidak sedikit orang yang memilih gaya selebrasi dengan cara makan-makan. Mereka sengaja datang ke restoran berkelas dan memilih menu-menu spesial yang harganya terbilang mahal.

Bagaimanapun, kocek yang dirogoh harus sepadan dengan kepuasan bersantap mewah dalam sebuah perayaan. Untuk itulah, Anda perlu berhati-hati memilih restoran yang tepat agar momen istimewa terasa lebih berkesan.

Sebelum melakukan booking, pastikan terlebih dulu reputasi restoran yang dipilih berdasarkan rekomendasi dan testimoni dari berbagai pihak. Pastikan juga restoran tersebut ditangani oleh chef berpengalaman, yang menjamin kesempurnaan pada setiap masakannya.

Salah satu restoran fine dining yang bisa dijadikan referensi di Jakarta adalah Lyon, yang berlokasi di Hotel Mandarin iental. Di sana, chef Cyril Calmet siap menjamu pelanggannya dengan sajian-sajian ala gastronomi Prancis otentik yang mewah dan menggungah selera.

Salah satu ciri khas Lyon yang menjadikannya sebagai tujuan fine dining terpercaya adalah bahan yang digunakan selalu segar. Menu-menu yang ditawarkan pun dibuat menyesuaikan dengan bahan-bahan musiman yang digunakan.

“Kami menawarkan berbagai macam sajian klasik dari seluruh penjuru Prancis. Setiap hidangan dipersiapkan dengan sangat hati-hati, menggunakan teknik tradisional dan otentik dari Prancis,” jelas Cyril.

Sebagai jujugan santap spesial, Lyon dilengkapi dengan desain interior yang simpel tetapi elegan. Ada sentuhan french bistroyang dihadirkan dalam lantai bermotif kotak-kotak, dan pemilihan cane-back chair, meja bundar, serta ornamen berpalet gading dan elemen kayu.

“Kami juga memiliki dua ruang makan privat; satu menghadap lobi dan satunya lagi berlatar pemandangan jalanan Jenderal Sudirman. Pilihan menunya bisa dipilih antara a la carte atau a prix fixe, sesuai kebutuhan.”

Sesuai dengan namanya, Lyon adalah restoran bernapaskan Prancis. Oleh karena itu, kehadiran koleksi vintage wine adalah sebuah keharusan. Tidak hanya anggur yang berasal dari Prancis, restoran tersebut menyediakan anggur tua dari berbagai penjuru dunia.

Dari segi menu, restoran tersebut lebih menonjolkan hidangan-hidangan tradisional Prancis. Dalam mengolah bahannya, Cyril sendiri lebih sering mempersembahkan menu-menu klasik yang terinspirasi dari masa kecilnya di Prancis Selatan.

Beberapa menu istimewa yang dia sajikan adalah seared ail tuna niçoise salad yang menyegarkan, black angus striploin rossini, seared foie gras, dan roasted rainbow trout fillet dengan saus grenobloise yang nikmat.

“Sebagian menu-menu tradisional Prancis menggunakan bahan-bahan yang mirip dengan masakan Indonesia. Misalnya saja escargot [siput], sup bawang, dan lain sebagainya. Jadi, saya rasa lidah Indonesia pasti akan cocok dengan cita rasa Prancis,” katanya.

Selain menu-menu tersebut, beberapa sajian wajib coba yang direkomendasikan a.l. seared scallop yang dilengkapi dengan purée bunga kol, anggur, dan kismis; dan steak au poivre yang merupakan daging tenderloin wagyu dengan rigatoni berisi bayam dan krim keju.

Dari jajaran sajian laut, salah satu menu yang menjadi highlight adalah sous vide salmon yang disajikan dengan sayuran musim semi dan saus veloute asparagus putih. Untuk pencuci mulut, ada paris brest yang teridir atas praline renyah dengan mousse coklat susu, dan hazelnut yang dikaramelisasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kuliner

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top