Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

CAP GO MEH : Lontong Sayur 11.760 Porsi Pecahkan Rekor Muri

Sebanyak 11.760 porsi lontong sayur ludes di perayaan Cap Go Meh yang berlangsung di Balai Kota Semarang, Minggu (19/2/2017) malam, sekaligus memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Februari 2017  |  09:38 WIB
Warga Tionghoa menyiapkan lontong berserta lauk pauk ke dalam piring di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong di Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (11/2/2017). - Antara
Warga Tionghoa menyiapkan lontong berserta lauk pauk ke dalam piring di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong di Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (11/2/2017). - Antara

Bisnis.com, SEMARANG - Sebanyak 11.760 porsi lontong sayur ludes di perayaan Cap Go Meh yang berlangsung di Balai Kota Semarang, Minggu (19/2/2017) malam, sekaligus memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri).

Rekor Muri sebelumnya dicetak pada perayaan Cap Go Meh yang berlangsung di Berau, Kalimantan Timur, dengan jumlah 11 ribu porsi, atau selisih 760 porsi dibandingkan dengan perayaan Cap Go Meh di Semarang itu.

Perwakilan dari Muri, Sri Widayati selaku Eksekutif Manager menyerahkan piagam penghargaan dengan nomor 7826/R/MURI/2017 itu kepada beberapa pihak, yakni Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa Tengah Dewi Susilo Budiharjo.

Kemudian, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, PSMTI, dan PT Java Prima Abadi, produsen Luwak White Koffie selaku pemrakarsa, penyelenggara, dan pendukung sajian lontong Cap Go Meh terbanyak yang berhasil memecahkan rekor Muri itu.

Sementara itu, Ketua PSMTI Jateng Dewi Susilo Budiharjo mengatakan sebenarnya bukan rekor Muri itu yang dipentingkan, melainkan bagaimana indahnya gambaran keharmonisan masyarakat dari berbagai suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Bukan soal 10 ribu, 11 ribu, atau 12 ribunya (orang yang hadir, red.), tetapi kami ingin mewartakan betapa indahnya harmoni yang ada di Semarang ini. Bagaimana kebersamaan dalam kebhinnekaan dalam keindahan budaya Semarang," pungkasnya.

Hadir pula sejumlah tokoh pada kesempatan tersebut, di antaranya mantan Gubernur Jateng Ali Mufiz, Ketua Badan Pengelola MAJT Semarang Dr. Noor Achmad, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng KH Ahmad Darodji.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cap go meh

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top