WISATA BALI: Diversifikasi Produk Mendesak Dilakukan

Bali dipandang perlu mendesak melakukan upaya diversifikasi produk pariwisata agar tetap mampu bersaing dengan kawasan kawasan baru yang tengah tumbuh di Indonesia.
Feri Kristianto | 21 Desember 2016 04:50 WIB
Ubud - Indonesia Travel

Bisnis.com, DENPASAR-- Bali dipandang perlu mendesak melakukan upaya diversifikasi produk pariwisata agar tetap mampu bersaing dengan kawasan kawasan baru yang tengah tumbuh di Indonesia.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengusulkan produk diversifikasi tersebut seperti pariwisata olahraga (sport tourism), pariwisata religi (religious tourism) bahkan jika memungkinkan pengembangan medical tourism dan retirement tourism.

"Kedepannya harus sudah dipikirkan untuk diversifikasi pariwisata, sehingga Bali akan tetap menjadi daerah tujuan wisata utama baik bagi wisatawan lokal maupun manca negara," jelasnya dalam diskusi pariwisata, Selasa (20/12/2016).

Selain diversifikasi, perlu dicermati selera pasar dan tak kalah pentingnya memperhatikan pencanangan dalam pembangunan pariwisata kita harus tetap berpedoman pada budaya dan lingkungan. Lebih lanjut ditegaskan munculnya banyak destinasi wisata baru di tanah air dan ditambah dengan dicanangkannya 10 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di tanah air oleh pemerintah pusat perlu disikapi bersama seluruh komponen pariwisata.

Hal itu akan menjadi tantangan tersendiri untuk mempertahankan pariwisata Bali yang sudah lebih dulu dikenal oleh dunia. Selanjutnya perlu dipikirkan langkah agar wisatawan baik lokal maupun manca negara tetap memprioritaskan Bali sebagai tujuan wisatanya.

Ketua GIPI Bali Ida bagus Agung Partha Adnyana menyampaikan bahwasannya pariwisata Bali saat ini tengah menghadapi beberapa permasalahan yang cukup serius yaitu permasalahan kapasitas Airport Ngurah Rai yang overload. Selain itu, permasalahan kemacetan dan sarana transportasi serta permasalahan sampah dan sanitasi lingkungan yang perlu segera ditangani.

Semua permasalahan diatas memegang andil yang cukup besar terhadap kualitas pariwisata Bali.

"Walaupun jumlah kunjungan wisatawan ke Bali meningkat namun lama tinggalnya wisatawan di Bali terus berkurang,”ujarnya.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Derah yang juga anggota Dewan penasehat GIPI Bali Tjokorda Gde Putra Sukawati memandang permasalahan transportasi, kemacetan dan lamanya perjalanan telah menjadi alasan penyebab wisatawan enggan pergi ke Bali utara maupun ke objek wisata lainnya seperti daerah wisata Ubud.

Kemacetannya sehingga memakan waktu perjalanan yang sangat lama membuat wisatawan enggan menuju daerah alternatif.

Tag : bali, pariwisata bali
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top