Buku Ini Mengupas Jejak Kuliner Nusantara

Sejarawan yang menggeluti studi sejarah makanan, Fadly Rahman, baru saja meluncurkan buku berjudul Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia.
Azizah Nur Alfi | 20 Desember 2016 14:33 WIB
Aneka makanan Nusantara - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sejarawan yang menggeluti studi sejarah makanan, Fadly Rahman, baru saja meluncurkan buku berjudul Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia.

Ini merupakan buku kedua setelah buku pertamanya berjudul Rijsttafel: Budaya Kuliner di Indonesia Masa Kolonial (1870-1942).

Sama dengan buku pertama yang bermula dari skripsi dan diterbitkan Gramedia Pustaka Utama pada 2011, maka buku kedua ini juga bermula dari tesis berjudul Sejarah Makanan di Indonesia dalam Perspektif Global.

"Saya menekuni sejarah makanan. Ini tema yang jarang ditempuh dan dipikirkan oleh kalangan sejarawan. Kuliner adalah persoalan keseharian, tetapi jarang diperhatikan," tutur staf pengajar di Program Studi Sejarah Universitas Padjadjaran ini.

Dalam pengamatannya, Indonesia tertinggal dari negara tetangga seperti Thailand, Singapura, Malaysia yang mulai memahami sejarah dan budaya kulinernya. Padahal, potensi kuliner Indonesia sangat kaya dan melimpah.

Fadly berpendapat, kekayaan kuliner Indonesia belum banyak dipahami sebagai sebuah potensi. Hal ini terlihat dari franchise asing yang marak dan banyak digemari masyarakat lokal. Namun, tidak sebaliknya dengan makanan lokal.  

"Ini adalah kegelisahannya dalam memahami kuliner Indonesia yang rusak sejak dari hulu," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kuliner

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top