Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gara-gara Ubah Bentuk, Produsen Cokelat Toblerone Diprotes

Puncaknya lebih ramping dan lembahnya lebih lebar, tapi harganya tidak berubah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 November 2016  |  12:48 WIB
Toblerone - Istimewa
Toblerone - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Puncaknya lebih ramping dan lembahnya lebih lebar, tapi harganya tidak berubah.

Produsen Toblerone, cokelat Swiss, telah mengubah bentuk unik dari dua versi cokelat-susu menjadi segitiga yang lebih kecil yang makin berjarak satu sama lain.

Harga dari versi baru ini masih sama dengan yang lama, namun perubahan bentuk menjadi lebih kecil yang diumumkan di laman Facebook Toblerone menuai protes dari para konsumen, meski yang terpengaruh olehnya relatif sedikit.

“Segitiga adalah ciri Toblerone,” tulis Stephen Mason di Facebook.

“Kenapa tidak ganti saja segitiganya atau membuat segitiganya lebih kecil?”.

Versi 170 gram dan 400 gram diubah menjadi 150 gram dan 360 gram untuk mengurangi biaya akibat semakin mahalnya harga bahan baku, kata Mondelez International yang membuat cokelat tersebut. Bentuk yang berubah baru terlihat ketika kotak kemasannya dibuka.

Perubahan yang diumumkan di laman Facebook Toblerone bulan lalu adalah strategi perusahaan untuk menghindari kenaikan biaya dengan mengurangi konten produk tanpa mengganti kemasan.

Banyak konsumen yang tidak menyadari perubahan itu karena bentuknya mirip dengan versi terdahulu dan harganya sama. Jumlah coklatnya saja yang berkurang. Tapi, Tobblerone baru yang jarak antara segitiganya lebih lebar ini membuat konsumen setianya merasa dikhianati.

“Bagian kunci dari Toblerone adalah bentuk puncak Alpen,” tulis Fiona Prince di Facebook seperti dilansir New York Times. 

Perubahan cokelat 400 gram berlaku sejak awal tahun ini, sementara versi 150 gram muncul di toko diskon Inggris bulan lalu. 

Gemma Pryor, kepala urusan eksternal Inggris di Mondelez International, mengatakan, perusahaan harus memilih antara mengubah bentuk coklat dan menaikkan harga, sebuah isu signifikan di Inggris yang mengalami ketidakpastian ekonomi dan nilai pound yang melemah sejak mereka meninggalkan Uni Eropa dalam referendum Juni silam.

“Kami harus memastikan Toblerone masih dijual dan terjangkau,” kata Pryor yang juga menepis adanya hubungan ini dengan Brexit.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan cokelat

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top