Kenaikan Okupansi Hotel di Jakarta Ungguli Singapura dan Bangkok

Perusahaan riset data perhotelan global, STR melansir tingkat keterisian kamar hotel atau okupansi di Jakarta tercatat naik 9,1% ke level 50,9% per Juli 2016.
Rivki Maulana | 25 Agustus 2016 10:51 WIB
Hotel. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -Perusahaan riset data perhotelan global, STR melansir tingkat keterisian kamar hotel atau okupansi di Jakarta tercatat naik 9,1% ke level 50,9% per Juli 2016. 

Kenaikan okupansi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan okupansi hotel di Singapura dan Bangkok. Berdasarkan laporan STR yang diterima Bisnis.com, Kamis (25/8/2016), kenaikan okupansi di Singapura dan Bangkok masing-masing 0,4% dan 6,7%.

STR melansir, kenaikan okupansi hotel di Jakarta didorong oleh momentum bulan Ramadhan yang bergeser sehingga data perbandingan di Juli 2015 lebih rendah.

Kendati Jakarta mencatat kenaikan okupansi yang lebih tinggi, tingkat okupansi hotel di Jakarta lebih rendah dibandingkan dengan Singapura yang mencapai 87,8% dan Bangkok sebesar 81,1%.

Secara umum, okupansi hotel di Asia Pasifik mencapai 72,1% atau naik 2,8% secara tahunan. Sementara itu, tarif rata-rata harian stagnan di level US$92,62.

Di sisi lain,  STR melansir pembangunan hotel di Jakarta dan Bali menjadi salah dua yang paling gencar.Berdasarkan negara, China tetap unggul di posisi teratas, disusul Indonesia. 

Jumlah kamar yang tengah dibangun di Shanghai, China mencapai 9.177 di 36 proyek hotel. Posisi Shanghai disusul Jakarta yang tengah membangun 7.123 kamar hotel di 27 proyek. Bali juga menyusul dengan pembangunan kamar sejumlah 5.209 kamar di 30 proyek hotel.
 

Tag : hotel, okupansi hotel
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top