Kuburan Terunyan Masih Harum bagi Wisatawan

Kuburan Desa Terunyan masih "harum" dan memikat wisatawan untuk datang melihat lokasi pemakaman yang tidak menyebarkan bau busuk, meski mayat hanya ditempatkan di atas tanah.
Feri Kristianto | 20 Agustus 2016 13:38 WIB
/Feri Kristianto

Bisnis.com, BANGLI--Kuburan Desa Terunyan‎ masih "harum" dan memikat wisatawan untuk datang melihat lokasi pemakaman yang tidak menyebarkan bau busuk, meski mayat hanya ditempatkan di atas tanah.

Penjaga setra atau kuburan Desa Terunyan Wayan Kerdip mengungkapkan setiap hari masih ada sekitar 5-10 boat berisi sekitar 7 orang pengunjung melihat kuburan ini.

"Masih ada saja pak, kalau ramai bisa 50 perahu sehari. Sekarang lagi sepi, pas Idul Fitri atau liburan sekolah baru ramai," ujarnya saat ditemui Bisnis di Kintamani, Sabtu (20/8/2016).

‎Menurutnya, wisatawan yang datang dominan dari dalam negeri sedangkan turis asing lebih jarang. Kuburan Terunyan merupakan salah satu obyek wisata di Bali. Di kuburan yang khusus diperuntukkan bagi warga Desa Terunyan yang meninggal secara normal ini, mayat hanya ditempatkan di tanah dan ditutupi anyaman bambu.

Mayat-mayat yang ditaruh disini diperkenankan menggunakan pakain maupun benda-benda kesukaan semasa hidup. Salah satu keunikan kuburan ini adalah tidak berbau, meskipun mayat tidak di dalam tanah, karena keberadaan pohon

Kuburan yang berada di bawah Gunung Abang, dan hanya bisa dijangkau menggunakan kapal boat dari Danau Batur atau jukung dari Terunyan ini menampung 11 mayat.

‎Jumlah tersebut disesuaikan dengan‎ kapasitas yang tersedia. Namun, apabila ada warga meninggal, maka mayat terlama akan dipindahkan ke lokasi di sebelahnya dan dibiarkan begitu saja. Hanya, bagian tengkorak akan ditempat di sisi di bawah Pohon Taru Menyan.

"Tengkorak ditaruh supaya tidak mengganggu kalau ada upacara ngaben," jelas Kerdip.

Untuk memberikan kenyamanan pengunjung, Kuburan Terunyan kini sudah mulai dibenahi. Di sebelah sisi utara kuburan ini, pemerintah daerah membangun jalur paving bagi pengunjung dan tempat berdagang bagi warga setempat.‎


‎Menurut salah satu pengunjung Komang Wirnaya, keberadaan kuburan Terunyan masih menarik dikunjungi, karena keberadaan pohon Taru Menyan. Dia mengaku datang bersama rombongan dari Denpasar untuk membuktikan bahwa benar tidak ada bau busuk dari mayat yang ditempatkan

"Ternyata benar, baunya tidak menyengat," jelasnya.

Tag : pariwisata, destinasi wisata
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top