WISATA KOTA TUA: Kenapa Jembatan Intan Bernomor 21

Menjelajahi Kota Tua Jakarta tidak hanya menjumpai Museum Fatahillah atau Meriam Si Jagur
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 16 Juli 2016  |  14:42 WIB
WISATA KOTA TUA: Kenapa Jembatan Intan Bernomor 21
Jembatan Intan di Kota Tua diberi nomor 21. - .

Bisnis.com, JAKARTA - Menjelajahi Kota Tua Jakarta tidak hanya menjumpai Museum Fatahillah atau Meriam Si Jagur.

Namun, berkeliling Kota Tua Jakarta, Anda dapat menemukan bangunan-bangunan bergaya arsitektur art deco dan klasik. Nah, berjalan menyusuri jalan Kalibesar Barat, Anda dapat menemukan Jembatan Intan.

Jembatan Intan merupakan jembatan kayu yang pernah dilukis pelukis terkenal Vincent van Gogh saat mengunjungi Batavia. Ini satu-satunya jembatan warisan Belanda yang masih tersisa.

Jembatan Intan yang dibangun pada tahun 1628 dikenal dengan Jembatan Jungkit, karena pada bagian jembatannya dapat diangkat jika ada kapal lewat di bawahnya. Jembatan ini menjadi jalur keluar masuk kapal-kapal yang membawa rempah ke Batavia.

Lebih menarik lagi, Jembatan Intan memiliki nomor 21 pada salah satu sisi dindingnya.

“Kala itu, jembatan dianggap sebagai obyek bangunan, sebagaimana rumah dan gedung, sehingga memiliki nomer,” terang pemandu wisata Jakarta Food Adventure, Adjie Hadiapriawan.

Tertarik mengeksplorasi Kota Tua Jakarta. Anda membutuhkan waktu sedikitnya empat jam untuk berkeliling karena ada banyak sudut menarik yang membuat Anda berdecak kagum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
travelling

Editor : Linda Teti Silitonga
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top