Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hotel di Bali Diharap Bisa Terapkan Efisiensi Energi

Industri pariwisata, khususnya perhotelan di Bali diharapkan dapat menerapkan efisiensi penggunaan listrik atau efisiensi energi.
Natalia Indah Kartikaningrum
Natalia Indah Kartikaningrum - Bisnis.com 14 April 2016  |  17:23 WIB
Hotel di Bali Diharap Bisa Terapkan  Efisiensi Energi
Hard Rock Hotel di Bali - agoda.com
Bagikan

Bisnis.com, KUTA - Industri pariwisata, khususnya perhotelan di Bali diharapkan dapat menerapkan efisiensi penggunaan listrik atau efisiensi energi.
 
Riyanto Mashan, Country President Schneider Electric Indonesia, perusahaan global di bidang pengelolaan energi dan otomasi, mengatakan pihaknya ingin mengajak tidak hanya satu atau dua hotel di Bali, namun semua hotel untuk melakukan efisiensi energi.
 
"Sebelumnya saya mengetahui ada hotel yang pernah melakukan pengukuran seberapa besar penggunaan energinya karena kalau kita tidak mengukur, kita tidak akan pernah tahu berapa banyak bisa melakukan penghematan. Kami juga sudah membagikan hal tersebut dengan hotel-hotel yang lainnya juga agar menarik minat hotel lain untuk melakukan hal yang sama," cetusnya usai memberi paparan dalam acara seminar Solutions World di Kuta, Kamis (14/4/2016).

Dikatakan, jika dilakukan secara serentak bersama seluruh hotel di Bali, tentunya banyak energi yang bisa dihemat atau disimpan dan hal tersebut juga memberi kontribusi pada efisiensi dari investasi pemerintah.
 
"Harapan kami akan semakin banyak pelaku industri pariwisata khususnya hotel yang menerapkan efisiensi energi, yang dimulai dengan pengukuran, kemudian bisa diterapkan langkah-langkah lainnya untuk melakukan penghematan," jelasnya.
 
Langkah-langkah penghematan yang dapat dilakukan di antaranya seperti melakukan otomatisasi di hotel bila diperlukan.

"Misalnya yang sering kita lihat lorong hotel mempunyai lampu yang sepanjang hari bisa dinyalakan padahal sebenarnya sinar dari luar sudah cukup. Mengapa tidak diberikan sensor pada lampu tersebut, jika tidak ada orang yang lewat lampu akan padam, dan nanti begitu ada yang lewat lampu bisa menyala semua. Ini akan membantu efisiensi energi dengan investasi yang tidak cukup besar hanya sensor saja sudah menghemat cukup signifikan," imbuhnya.
 
Rana Yusuf Nasir, Pakar Energi sekaligus Core Founder Green Building Council Indonesia dan Board of Governance Ashrae Indonesia Chapter, menambahkan bangunan gedung menghabiskan lebih dari 1/3 sumber daya dunia untuk konstruksinya, menggunakan 40% dari total energi global, dan menghasilkan 40% dari total emisi greenhouse gas.
 
"Indeks efisiensi energi negara kita untuk bangunan-bangunan komersial seperti rumah sakit, mal, perkantoran, maupun perhotelan masih jauh di bawah negara-negara Asia lainnya,”katanya.

 Kesepakatan dari Rencana Induk Konservasi Energi Nasional 2011 menargetkan bahwa efisiensi nasional untuk sektor bangunan komersial harus mencapai 15% pada 2025 mendatang dan untuk mencapai target tersebut masih banyak hal yang harus dibenahi oleh para pihak pengelola bangunan, baik bangunan lama maupun bangunan baru.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

HOTEL
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top