Targetkan 70.000 Wisman, Perencanaan Wisata Sumbar Jadi Hambatan

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat meminta seluruh kabupaten/kota di daerah itu mematangkan rencana pengembangan pariwisata untuk lima hingga 10 tahun ke depan, guna menyinkronisasi pembangunan pariwisata Sumbar.
Heri Faisal | 02 Maret 2016 16:38 WIB
Danau Maninjau - Indonesiatravel

Bisnis.com, PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat meminta seluruh kabupaten/kota di daerah itu mematangkan rencana pengembangan pariwisata untuk lima hingga 10 tahun ke depan, guna menyinkronisasi pembangunan pariwisata Sumbar.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menuturkan, kelemahan pengelolaan pariwisata daerah itu adalah minimnya perencanaan yang matang dan terpadu, sehingga pembangunan pariwisata terkesan apa adanya.

“Kami ingin pengembangan pariwisata Sumbar ke depan dimulai dengan penyusunan perencanaan yang matang dengan melibatkan stakeholders dan seluruh daerah,” katanya, Rabu (2/3/2016).

Menurutnya, penyusunan perencanaan pariwisata mesti bersifat bottom-up dari kabupaten/kota yang memiliki potensi wisata disusun konsep pengembangannya hingga 10 tahun mendatang, kemudian dievaluasi oleh provinsi dan dituangkan dalam rencana pengembangan pariwisata provinsi.

Dia mengakui, kelemahan perencanaan itu membuat pengembangan pariwisata Sumbar menjadi terhambat. Bahkan, dalam 10 destinasi wisata prioritas yang ditetapkan pemerintah, tidak satu pun berasal dari Sumbar.

Padahal, imbuhnya, potensi pariwisata Sumbar tidak kalah menarik dibandingkan daerah lainnya. Nasrul justru menilai Sumbar memiliki kelengkapan destinasi yang berpadu dengan keanekaragaman kuliner dan budaya setempat.

Dia menyebutkan selain perencanaan, batas kewenangan antara provinsi dan kabupaten/kota juga mesti lebih jelas agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan. Termasuk, kebijakan daerah memastikan proses perizinan bagi investasi berjalan lancar.

Adapun, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumbar malalui pintu Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan Pelabuhan Teluk Bayur mencapai 70.000 orang tahun ini.

Tahun lalu, kunjungan wisman ke Sumbar hanya 48.755 orang dari target 60.000 wisman. Angka itu bahkan lebih rendah dari pencapaian 2014 yang mencapai 56.111 orang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mencatatkan kunjungan wisman ke daerah itu masih didominasi wisman asal Malaysia dan Australia. Menyusul kemudian wisatawan dari Thailand, China, Jepang, Amerika Serikat, Singapura, Inggris, Rusia, dan Jerman.

Sementara itu, per Januari 2016, jumlah wisman yang datang ke Sumbar sebanyak 3.378 orang atau turun 36,29% dari pencapaian bulan sebelumnya yang tercatat 5.302 orang.

Tag : pariwisata
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top