Pengembangan Pariwisata Sumsel Terkendala Anggaran

Pemerintah daerah di Sumatra Selatan mengaku terkendala anggaran untuk mengembangkan pariwisata di daerah itu sehingga sulit melakukan promosi kepada wistawan.
Dinda Wulandari | 02 Maret 2016 14:30 WIB
Benteng Kuto Besak Palembang - Indonesiatravel

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah daerah di Sumatra Selatan mengaku terkendala anggaran untuk mengembangkan pariwisata di daerah itu sehingga sulit melakukan promosi kepada wistawan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Palembang, Ahmad Zazuli, mengatakan, minimnya promosi pariwisata di Kota Palembang, menyebabkan kurangnya kunjungan wisatawan ke  Kota Pempek itu.

“Kami sulit untuk mempromosikan pariwisata, lantaran keterbatasan  anggaran. Karena, idealnya, anggaran untuk promosi pariwisata harus 50% dari anggaran yang dimiliki,” katanya baru-baru ini. Padahal, menurutnya,  banyak potensi yang dapat dikembangkan sebagai aset pariwisata potensial di kota tersebut.

Dikatakan, Disbudpar mendapat alokasi APBD sebanyak Rp8 miliar pada tahun ini, namun pos promosi pariwisata hanya mendapat alokasi sekitar Rp1,5 miliar.

Pemkot Palembang meyakini akan ada 1,8 juta wisatawan yang berkunjung ke Palembang sepanjang tahun ini seiring adanya event-event yang dikemas Disbudpar Palembang.

“Tahun lalu ada 1,7 juta wisatawan yang berkunjung ke Palembang. Itu dapat dilihat dari tingkat kunjungan tamu yang menginap di Hotel Kota Palembang,” ujarnya.

Kondisi serupa juga dihadapi Disbudpar Provinsi Sumatra Selatan yang mana alokasi anggaran untuk SKPD tersebut justru turun dalam APBD 2016 dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun ini malah ada penurunan Rp9 miliar dibanding tahun lalu, kalau tahun lalu anggaran Disbudpar Sumsel sebesar Rp16 miliar,” kata Kepala Disbudpar Sumsel Irene Camelyn Sinaga.

Dikatakan, pihaknya sudah berupaya menyampaikan kepada pemerintah provinsi maupun DPRD Sumsel terkait perlunya peningkatan anggaran bagi sektor pariwisata. Dijelaskan sektor pariwisata berpotensi untuk berperan besar terhadap porsi PDRB Sumsel jika mendapat dukungan semua pihak.

“Kontribusinya saat ini memang baru 2% tetapi itu baru restoran dan hotel belum ke bidang lainnya, seperti sanggar,” katanya.

Meski demikian, kata Irene, pariwisata sudah menyerap sekitar 40.000 tenaga kerja di provinsi itu atau peringkat kedua setelah sektor pertanian. Pihaknya juga didukung pusat untuk pengembangan pariwisata yang mana Disbudpar mendapat alokasi APBN senilai Rp5 miliar untuk destinasi dan promosi sekitar Rp25 miliar.

Pemprov Sumsel sendiri menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) bisa mencapai 33.000 dan wisatawan nusantara sebanyak 3,5 juta pada tahun ini.

“Kami targetkan jumlah kunjungan wisatawan itu tumbuh 10% pada tahun ini, kami sudah siapkan beberapa agenda untuk mencapai target tersebut,” ujarnya.

 

Tag : pariwisata
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top