Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Andalkan Wisata Selancar, Mentawai Incar 10.000 Wisatawan

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat menargetkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu mencapai 10.000 orang tahun ini.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 24 Februari 2016  |  17:20 WIB
Andalkan Wisata Selancar, Mentawai Incar 10.000 Wisatawan
Aktivitas surfing di Mentawai, Sumatra Barat - Antara
Bagikan

Bisnis.com, PADANG—Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat menargetkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu mencapai 10.000 orang tahun ini.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kepulauan Mentawai Desti Seminora mengatakan tahun lalu jumlah wisatawan hanya 7.200 orang yang mayoritas wisatawan peselancar.

“Targetnya tahun ini kunjungan wisatawan sekitar 10.000 orang, dengan PAD dari sektor pariwisata mencapai Rp2 miliar,” katanya, Rabu (24/2/2016).

Desti menyebutkan pemda setempat memprioritaskan pengembangan pariwisata, terutama wisata minat khusus, seperti selancar, karena banyaknya spot surfing yang ada di daerah itu.

Untuk mengoptimalkan pendapatan daerah dari pariwisata, pemda setempat memberlakukan Perda No.8/2015 tentang retribusi pariwisata dan olahraga.

Melalui perda itu, wisatawan peselancar dipungut tarif Rp1 juta per 15 hari dan bisa memperpanjang masa waktu menikmati spot selancar.

Desti mengungkapkan Mentawai memiliki sekitar 70 spot surfing dengan masing-masing spot bisa menampung hingga 60 peselancar.

“Perlu pengaturan, karena selain menguntungkan daerah dari segi PAD, juga memberikan kepastian kepada wisatawan untuk mendapatkan spot ombak untuk berselancar,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisatawan mentawai
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top