Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tandoori, Barbeque Rasa Khas India

Barbeque party dikenal sebagai jenis penyajian hidangan daging yang dibakar di atas griller. Jenis penyajian ini biasanya hadir pada acara keluarga, teman, hingga perayaan kantor.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 24 Januari 2016  |  19:15 WIB
Tandoori, Barbeque Rasa Khas India
Masakan India memang rempahnya begitu kuat.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Barbeque party dikenal sebagai jenis penyajian hidangan daging yang dibakar di atas griller. Jenis penyajian ini biasanya hadir pada acara keluarga, teman, hingga perayaan kantor.

Barbeque  juga mudah ditemui pada restoran dengan gaya Amerika. Namun, rupanya barbeque  bukan satu-satunya jenis penyajian yang memanfaatkan proses bakar. Ratusan tahun silam masyarakat India telah mengenal proses penyajian bahan makanan dengan cara dibakar dan dipanggang. Pola penyajian khas India ini dikenal dengan istilah  tandoori.

Tandoori merupakan hidangan yang dimasak dalam oven tandoor dengan olesan penuh bumbu dan rempah khas India. Berbeda dengan griller yang terbuat dari material logam,  tandoor terbuat dari tanah liat dan berbentuk silinder yang digunakan untuk memasak dan memanggang bahan makanan.

Bahan makanan yang biasa dimasak di tandoor,  seperti, daging, ayam, makanan laut, serta naan (roti khas India). Cara memasak  tandoori  diawali dengan melumuri bumbu sampai meresap ke dalam bahan makanan. Proses ini sering disebut dengan istilah marinasi.

Olahan kuliner  tandoori  pada umumnya menggunakan olahan bumbu, seperti, yogurt, mustard oil, garam masala, garam, bubuk cabai, cumin powder,  coriander power, dan   kasoori methi.

Usia proses marinasi, bahan makanan selanjutnya dipanggang dengan temperatur hingga 300 derajat celcius di oven tandoor . Bahan makanan jenis daging, ayam,  seafood biasanya menggunakan tusuk sate panjang yang terbuat dari besi.

Executive Chef Cafe Gran Via Gerald Prinz menjelaskan,  lamanya pemanggangan berbeda antara satu bahan dan yang lain.

Pada sayuran, proses pemanggangan hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit-15 menit. Lamanya waktu memanggang tentu berbeda pada jenis daging dan makanan laut.  “Saat memanggang, lemak daging akan jatuh. Justru di situ aromanya akan lebih keluar,” terang Prinz.

Dalam olahan tandoori , proses marinasi memegang peranan penting. Sebab, lamanya proses marinasi akan mempengaruhi cita rasa olahan yang disajikan.

Prinz menyarankan proses marinasi dilakukan minimal selama enam jam sebelum dipanggang. Pada ikan proses marinasi akan lebih cepat.  “Daging sebaiknya dipotong lebih kecil supaya cepat meresap,” katanya.

Bumbu pada marinasi merupakan percampuran antara yogurt, bubuk cabai, daun mint segar, dan bumbu lainnya.

Penggunaan yogurt dan daun mint segar bermanfaat untuk menyeimbangkan bumbu lain yang beraroma kuat. Kuliner India yang kaya rempah-rempah ini memang memiliki cita rasa dan aroma yang kuat, serta penuh warna.

Prinz menyampaikan tandoori ini menjadi alternatif pada penikmat kuliner India, tetapi tidak begitu menyukai aroma rempah yang kuat. Berbeda dengan olahan kari yang justru memiliki aroma kuat.

“Masakan India memang rempahnya begitu kuat. Namun, tandoori  tidak begitu kuat dibandingkan dengan kari,” katanya. Anda yang ingin merasakan sensasi tandoori  bisa datang ke Cafe Gran Via Hotel Gran Melia Jakarta, dapat mengunjung Tandoori Feast hingga 28 Januari.

Beragam kuliner disajikan, seperti  Chicken Tandoori, Chiken Tikka, Tandoori Fish, hingga Tandoori Prawn. Hidangan berbahan dasar daging dan makanan laut ini akan nikmat saat bersanding dengan Naan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner

Sumber : Bisnis Indonesia, Minggu (24/1/2016)

Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top