Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah 130 Tahun, Prancis Kembalikan Kepala Patung Dewa Hindu ke Kamboja

Sebuah museum di Prancis mengembalikan kepala patung dewa Hindu buatan abad ke-7 ke negara asalnya di Kamboja.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 Januari 2016  |  14:02 WIB
Setelah 130 Tahun, Prancis Kembalikan Kepala Patung Dewa Hindu ke Kamboja
Pemasangan kembali kepala patung Dewa Hindu Harihara yang diyakini sebagai simbol kesejahteraan.Selama 130 tahun, kepala patung ini berada di Prancis, terpisah dari badannya yang berada di Kamboja. - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Sebuah museum di Prancis mengembalikan kepala patung dewa Hindu buatan abad ke-7 ke negara asalnya, Kamboja.

Kepala patung tersebut diambil Prancis 130 tahun lalu pada masa penjajahan.

Pengembalian dilakukan Museum Guimet di Paris setelah pemerintah Kamboja meminta karya ratusan tahun itu dipulangkan.

Kepala patung yang melambangkan Dewa Vishna dan Siva tersebut kemudian secara resmi dipasang kemarin, Kamis (21/1/2016).

Juru bicara Kementerian Kebudayaan Kamboja mengatakan pemasangan kepala patung terasa seperti menghubungkan kembali jiwa warisan nasional bangsanya.

Selain itu, pengembalian patung itu juga diharapkan mampu menambah daya tarik wiiata negara yang dikenal dengan pagoda dan patung-patungnya yang indah.

"Menurut kebudayaan Khmer, penyatuan ini adalah lambang kesejahteraan," ujar Wakil Perdana Menteri Sok An, di Museum Nasional Kamboja sebagaimana dikutip BBC.co.uk, Jumat (22/1/2016).

Patung dewa yang disebut Harihara itu tadinya berdiri tegak di Kuil Phnom Da di Provinsi Takeo. Akan tetapi, pada 1886, kepalanya dicopot dan dibawa ke Prancis.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kamboja prancis
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top