Batavia Market, Seni Kuliner di Kota Tua

Kuliner tidak hanya soal rasa. Kuliner tak ubahnya musik, film, dan fashion yang memiliki sentuhan seni. Hal ini pula yang diterapkan Head Food Artist Batavia Market Ferry Lee dalam mengkreasikan setiap menu barunya.nn
Azizah Nur Alfi | 10 Januari 2016 14:40 WIB
Keunikan menu akan lengkap dinikmati dengan sajian pemandangan museum Fatahillah dari balik kaca di lantai dua Gedung Kantor Pos Kota Tua Jakarta.

Bisnis.com, JAKARTA - Berbicara kuliner tidak hanya soal rasa. Kuliner tak ubahnya musik, film, dan fashion yang memiliki sentuhan seni. Hal ini pula yang diterapkan Head Food Artist Batavia Market Ferry Lee dalam mengkreasikan setiap menu barunya.

Batavia Market merupakan restoran dan bar yang mengusung konsep fusion art dan berlokasi di lantai dua Gedung Kantor Pos Kota Tua Jakarta. Alumni Cooking Course di AUT Selandia Baru memberikan sentuhan seni pada permainan bentuk penyajian, warna, dan cita rasa.

Indra penglihatan pengunjung akan dimanjakan dengan warna-warna kontras dan bentuk penyajian yang berbeda pada beberapa menu. Begitu pula, indra perasa akan menangkap cita rasa yang juga tidak kalah nikmat.

Batavia Black Burger menjadi salah satu menu yang menarik perhatian dan rasa penasaran pengunjung. Jenis kuliner Barat ini tampil dengan tekstur roti lembut berwarna hitam dan sebaran wijen di atasnya. Warna hitam pada roti burger didapat karena penggunaan arang bambu (charcoal). Adapun isian burger menggunakan olahan tempe, tahu, dan jamur, sebagai pengganti daging.

Latar belakang Ferry Lee yang memang seorang vegetarian sejak 2002, menjadikan olahan tiga bahan dasar utama ini memiliki rasa dan tekstur selayaknya daging. Warna hitam juga tampil pada roti ireng deangan isian pisang cokelat, kelapa, tape. Ragam isian roti seakan ingin membawa penikmatnya pada roti zaman dahulu.

Selain burger dan roti hitam, pengunjung juga dapat menemui roti merah. Pala menjadi bumbu yang tidak boleh terlewat pada menu Batavia, termasuk pada burger hitam ini. Jenis rempah legendaris yang pernah menjadi produk dagang utama di Batavia ini, memberikan aroma harum, tajam, dan bernuansa manis.

“Pala menjadi aktivitas dagang utama di depan [halaman gedung kantor pos], karena dulunya di situ pasar. Selain soal rasa, kami juga ingin mengangkat nuansa historisnya,” jelas Ferry.

Permainan warna guna menggugah selera juga terlihat dari ragam jus di Batavia Market. Jus Dragon Fly tampil dengan warna merah muda, yang berasal dari perpaduan buah naga merah dan sirsak. Adapun warna hitam pada Jus Veri Bery Blackberry diperoleh dari perpaduan blackberry, kiwi, dan lemon.

Warna hijau segar tampil dari Jus Go Green diperoleh dari perpaduan nanas, lemon, dan bayam. Jus dengan warna mencolok tampil serasi ketika bersanding dengan burger dengan warna kontras. Perpaduan buah dan sayur tak dapat dilakukan sembarangan.

Ferry mempertimbangkan rasa dan warna pada mencolok yang kemudian menjadi bahan dasar utama jus. Manfaat kesehatan juga menjadi pertimbangan, seperti jus berbahan dasar utama bayam yang membantu menurunkan kolesterol.

FOOD ARTIST

Ferry Lee lebih suka disebut sebagai food artist daripada chef. Menurutnya, food artist bertugas mengkreasikan menu yang ada menjadi menu yang baru. Bahkan, tidak jarang menu yang ada cenderung out of the box. “Saya bebas mengkreasikan menu, tanpa terkekang pada pakem,” katanya.

Pemilik Batavia Market Ferry Dafira menuturkan restoran yang mengusung konsep fusion art ini menyajikan menu yang berbeda dari restoran dan bar lain. Sekilas jika melihat daftar menu terkesan sama dengan menu pada umumnya, tetapi saat sajian kuliner datang ke meja maka pengunjung akan takjub dengan penampilan dan cita rasanya.

Keunikan menu akan lengkap dinikmati dengan sajian pemandangan museum Fatahillah dari balik kaca di lantai dua Gedung Kantor Pos Kota Tua Jakarta. Pemandangan museum Fatahillah akan sempurna dinikmati saat menginjak sore hari. ()

Tag : batavia, kuliner
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top