Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GUNUNG BROMO: Aktivitas Meningkat, Kunjungan Wisatawan Anjlok

Peningkatan aktifitas Gunung Bromo yang berlangsung sejak November pada tahun ini secara langsung berimbas terhadap penurunan kunjungan wisata ke kawasan tersebut.nn
Muhammad Avisena
Muhammad Avisena - Bisnis.com 28 Desember 2015  |  23:40 WIB
GUNUNG BROMO: Aktivitas Meningkat, Kunjungan Wisatawan Anjlok
Para pengunjung memadati obyek wisata gunung Bromo, salah satu obyek wisata di Jawa Timur yang diminati wisatawan domestik maupun mancanegara. - Bisnis.com/Natalia Indah Kartikaningrum
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Peningkatan aktifitas Gunung Bromo  yang berlangsung sejak November pada tahun ini secara langsung berimbas terhadap penurunan kunjungan wisata ke kawasan tersebut.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, tercatat bahwa pada Oktober 2015, jumlah wisatawan mancanegara ke Gunung Bromo mencapai 1.150 orang dan wisatawan domestik mencapai  3.723 orang.

Jumlah tersebut turun pada November, dengan kunjungan wisman menjadi 815 orang serta domestik sebanyak 2.680 orang. Penurunan semakin parah pada Desember, dengan kunjungan wisman hanya mencapai 272 orang dan wisatawan domestic sebanyak 620 orang.

Data tersebut menunjukkan adanya penurunan hingga 81,47% wisatawan hanya dalam dua bulan saja. Padahal bulan-bulan tersebut seharusnya merupakan puncak kunjungan wisata dalam 1 tahun.

“Banyak pelaku usaha mengeluhkan, yang seharusnya pada akhir tahun kunjungannya meningkat karena  timing-nya juga pas, libur sekolah. Biasanya kunjungannya banyak, dan okupansinya tinggi. Karena ada berita erupsi dan lain sebagainya, banyak yang membatalkan. Ini sangat disayangkan,” kata  Ketua Badan Pimpinan Cabang Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo Digdoyo Djamaludin.

Selama November – Desember  banyak wisatawan yang membatalkan rencana kunjungannya ke Bromo, meskipun mereka sudah melakukan pemesanan sebelumnya. Digdoyo mengatakan ada pembatalan sekitar 50% sepanjang periode tersebut.

Akibatnya, tingkat hunian baik homestay maupun hotel turun hingga hanya menyisakan 10% saja. Penurunan jumlah wisatawan juga berdampak bagi pelaku usaha lainnya yaitu jasa Jeep, dan penyewaan kuda. Setidaknya di kawasan tersebut terdapat 128 pengusaha homestay, 14 hotel,  490 Jeep, serta 150 penyewaan kuda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata gunung bromo
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top