Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Miliki Daya Tarik Wisata Syariah

Industri pariwisata syariah Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Esensi wisata syariah terletak pada usaha menyingkirkan segala hal yang dapat membahayakan bagi manusia dan mendekatkan manusia kepada hal yang akan membawa manfaat bagi dirinya maupun lingkungan.
Dimas Novita Sari
Dimas Novita Sari - Bisnis.com 11 Desember 2015  |  09:33 WIB
Sejumlah anak nagari menggotong dua tabuik setinggi 8 meter pada acara Pesta Tabuik di Lapangan Hijau Imam Bonjol Padang, Sumbar, Senin (28/10/2013). Sumbar adalah satu dari Sembilan destinasi wisata syariah yang ditawarkan Indonesia.  - Antara
Sejumlah anak nagari menggotong dua tabuik setinggi 8 meter pada acara Pesta Tabuik di Lapangan Hijau Imam Bonjol Padang, Sumbar, Senin (28/10/2013). Sumbar adalah satu dari Sembilan destinasi wisata syariah yang ditawarkan Indonesia. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Industri pariwisata syariah Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Esensi wisata syariah terletak pada usaha menyingkirkan segala hal yang dapat membahayakan bagi manusia dan mendekatkan manusia kepada hal yang akan membawa manfaat bagi dirinya maupun lingkungan.

Konsep wisata syariah sendiri ialah kegiatan rekreasi yang disertai dengan nilai-nilai Islami. Pengembangan pariwisata syariah memperoleh dukungan luas baik dari pemerintah maupun dunia usaha.

Salah satunya adalah tersedianya berbagai produk halal yang dapat menunjang pertumbuhan wisata syariah. Hal ini ditandai dengan meningkatnya konsumsi produk halal seperti bertambahnya perbankan syariah.  

"Keunggulan wisata syariah di Indonesia dari negara lain adalah melalui produknya. Bukan hanya makanan halal yang ada di sini, namun juga produk-produk lain yang menguatkan seperti makam-makam wali dan masjid kuno," ujar Asisten Deputi Pengembangan Bisnis dan Pemerintahan Kementerian Pariwisata Tasbir Abdullah, dikutip dari Wonderful Indonesia, Jumat (11/12/2015).

Selain itu, Indonesia juga baru-baru ini memperoleh penghargaan World's Best Halal Tourism Destination dan World's Best Halal Honeymoon Destination untuk Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat dan World's Best Family Friendly Hotel untuk Hotel Sofyan pada ajang World Halal Travel Award 2015 di Uni Emirat Arab.

Menyinggung soal produk halal, Tasbir menyebutkan, halal tidak hanya identik dengan agama tertentu. Halal berati higienis, bersih, dan sehat. Produk halal juga tidak hanya dikonsumsi wisatawan muslim saja namun juga oleh wisatawan nonmuslim.

Oleh karena itu, hal tersebut menarik banyak peminat di dunia, tidak terbatas hanya muslim saja. Minat pariwisata syariah direspons dengan pengembangan usaha wisata syariah di Indonesia sehingga dapat menggerakkan perekonomian nasional.

Belum lama ini, Kementerian Pariwisata bersama dengan PT Mega Asia Perkasa menyelenggarakan pameran yang mempromosikan paket-paket wisata syariah dalam negeri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisata wisata syariah
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top