Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WISATA MALADEWA: Pemerintah Maldives Jamin Keamanan Wisatawan

Kementerian pariwisata Maladewa menyatakan sejumlah insiden yang menyebabkan Presiden Abdulla Yameen mengumumkan keadaan darurat tidak akan mempengaruhi keamanan para wisatawan yang berkunjung ke negara pulau tersebut.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 09 November 2015  |  09:26 WIB
Pesona wisata Maladewa. - Bloomberg
Pesona wisata Maladewa. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian pariwisata Maladewa menyatakan sejumlah insiden yang menyebabkan Presiden Abdulla Yameen mengumumkan keadaan darurat tidak akan mempengaruhi keamanan para wisatawan yang berkunjung ke negara pulau tersebut.

Yameen sebelumnya mengumumkan keadaan darurat selama 30 hari menyusul memburuknya keamanan nasional negara itu. Aparat keamanan menemukan alat dan bahan peledak di dekat kediaman sang presiden di Male selain sejumlah senjata api.

Maladewa yang memiliki pantai berpasir putih dengan warna air biru kehijauan mampu menarik kunjungan wisatawan asing hingga 1,2 juta per tahun. Wisatawan biasanya menghabiskan uang hingga US$10.000 per malam untuk menginap di hotel yang berada di di kawasan resor pedesaan.

Sebanyak 29% dari pendapatan negara yang berada di Lautan India itu berasal dari industri pariwisata.

"Saya memberikan jaminan bahwa turis akan aman dan apa yang terjadi akhir-akhir ini tidak ada hubungannya dengan keamanan mereka,” ujar Menteri Pariwisata Maladewa Moosa Zameer sebagaimana dikutip Reuters, Senin (9/11/2015).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata Maladewa

Sumber : Reuters

Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top