Tabu Moitomo, Makanan Kaya Rempah Khas Gorontalo

Anda pecinta makanan berbumbu rempah? Jika iya, Anda wajib mencicipi masakan tradisional khas Gorontalo yang konondiciptakan oleh leluhur, Makanan ini menggunakan 30 bahan rempah.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 06 November 2015  |  10:58 WIB
Tabu Moitomo, Makanan Kaya Rempah Khas Gorontalo
Tabu Moitomo - omarnioede.org

Bisnis.com, JAKARTA -- Anda pecinta makanan berbumbu rempah? Jika iya, Anda wajib mencicipi masakan tradisional khas Gorontalo yang konondiciptakan oleh leluhur, Makanan ini menggunakan 30 bahan rempah.

Nama masakan tersebut Tabu Moitomo atau kuah bugis. Masakan ini memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat di Ibu Kota Sulawesi tersebut. Makanan ini akan disajikan sebagai simbol merayakan kehidupan dalam setiap pesta adat. Filosofi untuk selalu hidup dalam kejujuran juga tertuang dalam makanan pedas ini.

“Cabai itu melambangkan kejujuran, kalau mereka menggunakan bahan-bahan sintetis berarti sudah tidak jujur lagi,” kata Ketua Niode Foundation atau organisasi yang bergerak di bidang pertanian pangan dan kuliner, Amanda Katili Niode.

Untuk membuatnya sangat mudah siapkan daging sapai atau iga sapi, tetapi jika ingin mengganti dengan daging yang lain seperti kambing atau kerbau tidak masalah. Kemudian, air untuk merebus dan minyak untuk menumis.

Untuk bahan rempah-rempah yang harus ada yakni kelapa parut, bawang merah dan bawang putih, cabai merah besar dan cabai rawit sesuai selera. Selain itu, siapkan ketumbar, merica, jinten halus, kunyit bakar, serai, lengkuas yang dipotong menjadi kecil, jahe bakar, asam jawa, daun kemangi, daun jeruk, daun pandan, daun bawang, terakhir garam.

Cara memasaknya, rebus daging hingga matang kemudian sisihkan. Sementara itu, sangrai kelapa parut hingga kecokelatan dan tumbuk kelapa sampai mengeluarkan minyak.

Bumbu harus ditumbuk dengan cara tradisional. Hindari menggunakan blender supaya rasa dan aroma rempahnya tetap awet.

Campurkan bawang merah dan bawang putih, cabai merah besar dan cabai rawit, ketumbar, merica, lengkuas, serai, kunyit, jahe, jintan dan garam. Tumbuk semua bahan tersebut hingga halus.

Kemudian, campur bumbu yang telah ditumbuk halus dengan daun bawang, daun kemangi, daun pandan, daun jeruk, kelapa sanngrai, dan tumis hingga matang. Masukkan bumbu yang sudah ditumis ke dalam rebusan daging hingga bumbu meresap. Jika bumbu sudah teresap sempurna dan aromanya wangi berarti Tabu Moitomo siap disajikan.

“Kalau makan ini bersama masyarakat di sana, jangan harap ada mangkuk cantik sebagai wadah masakan tersebut. Masyarakat biasanya akan mengambil langsung dari wajan besar saat masakan ini sudah matang,” kata perempuan kelahiran Gorontalo ini.

Tabu Moitomo biasanya tidak disajikan dengan nasi putih yang mengepul, tetapi dengan lontong kecil atau semacam nasi yang dimasak dengan santan dan dikukus dalam bungkusan daun pisang.

Tabu Moitomo memiliki rasa yang khas yakni pedas gurih yang sangat sedap memenuhi tenggorokan penikmatnya. Bahkan, Amanda menyebutnya sebagai makanan terenak di dunia.

Dia juga menjabarkan keuntungan dari mengkonsumsi makanan ini yakni dapat mengurangi pemanasan global.

“Kuliner lokal bisa berperan dalam mengurangi pemanasan global karena prosesnya. Makanan lokal itu tidak butuh energi banyak, jadi menghemat pengeluaran energi dan berdampak positif bagi bumi kita,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
food, makanan

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top