Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hidangan Hewan Langka, Salamander, Diburu Turis

Salamander raksasa yang terancam punah terhidang di ratusan piring pengunjung saat festival makanan berbahan kadal langka berlangsung di Zhangjiajie, Hunan, China, Kamis (24/9/2015).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 September 2015  |  15:34 WIB
Salamander - commons.wikimedia
Salamander - commons.wikimedia

Bisnis.com, JAKARTA-- Salamander raksasa yang terancam punah terhidang di ratusan piring pengunjung saat festival makanan berbahan kadal langka berlangsung di Zhangjiajie, Hunan, China, Kamis (24/9/2015).

Para peminat makanan dan turis dari seluruh negeri menembus hujan untuk menghadiri acara di Provinsi Hunan tersebut demi segigit "makanan lezat sehat yang telah hidup di Bumi sekitar 350 juta tahun" menurut penyelenggara.

"Minum teh raksasa salamander dan panjang umurmu!" seorang penjaja berteriak menawarkan tek dan mie yang terbuat dari lumatan salamander raksasa.

Penjual yang lain membanggakan kemampuan kudapannya meningkatkan kemungkinan hamil.

Festival itu juga mencakup kompetisi juru masak, ajang para koki menunjukkan cara membuat hidangan paling nikmat menggunakan amfibi itu.

Salamander raksasa, amfibi terbesar di dunia, termasuk binatang dilindungi di China, tapi hukum perlindungan hewan liar negara itu mengizinkan konsumsi generasi kedua yang lahir dan tumbuh di penangkaran.

Banyaknya manfaat kesehatan yang dilekatkan dengan karnivora berkepala bundar itu telah membuat daging mereka berharga.

Di Provinsi Guangdong, hidangan salamander raksasa bisa berharga lebih dari 5.000 yuan (780 dolar AS).

Zhangjiajie, yang dikenal dengan pemandangan pegunungan, menjadi "rumah bagi salamander China" dan memiliki 108 perusahaan yang punya lisensi untuk memelihara binatang semacam itu, serta 85 perusahaan lain yang terlibat dalam bisnis pemrosesan dan makanan.

Pejabat lokal mengatakan, semua daging salamander yang digunakan berasal dari peternakan legal.

"Peternakan salamander raksasa, yang membutuhkan air bersih, sebenarnya menggerakkan penduduk lokal untuk melindungi lingkungan," kata Liu Qun, seorang pejabat kota.

"Industri ini juga membantu penduduk lokal keluar dari kemiskinan," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top