Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Surono: Wisata Gunung Berapi Belum Digarap

Ahli Geologi Nasional Surono menilai Indonesia belum berhasil memanfaatkan gunung api sebagai wisata potensial yang patut mendapat perhatian untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 September 2015  |  01:41 WIB
Seorang siswa menunjukkan hasil lukisannya berupa gambar gunung berapi.  - Bisnis.com
Seorang siswa menunjukkan hasil lukisannya berupa gambar gunung berapi. - Bisnis.com

Bisnis.com, MATARAM - Ahli Geologi Nasional Surono menilai Indonesia belum berhasil memanfaatkan gunung api sebagai wisata potensial yang patut mendapat perhatian untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata.

"Saya melihat kita belum bisa memanfaatkan gunung api sebagai yang bisa di jual sebagai lokasi wisata andalan," katanya saat berada di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (7/9/2015).

Menurut Surono, potensi pariwisata Indonesia dari gunung api cukup besar, hanya saja belum bisa di garap secara maksimal oleh pemerintah. Padahal, Indonesia memiliki 127 gunung api dan terbanyak di dunia.

"Jadi semua gunung api belum termanfaatkan secara maksimal, tidak seperti lautan," ujar mantan Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ini.

Dia menuturkan sebagai negara yang memiliki gunung berapi terbanyak di dunia, seharusnya potensi tersebut bisa di tergarap dengan baik. Mengingat, gunung berapi banyak menyimpan potensi untuk bisa dikembangkan sebagai lokasi pariwisata, seperti yang telah dikembangkan negara-negara di dunia yang menjadikan gunung berapi sebagai wisata unggulan.

"Seharusnya kita bisa menggaet wisatawan minat khusus dari gunung berapi. Tapi kita belum bisa menata gunung berapi dengan baik, begitu juga dengan gaetnya," terangnya.

Surono mengatakan jika di teliti lebih jauh potensi gunung berapi sebagai destinasi wisata sangat menarik dan kaya akan nilai sejarah. Salah satu contoh, NTB memiliki Gunung Tambora dan Gunung Rinjani.

"Dalam sejarah modern letusan Gunung Tambora merupakan yang terdashat. Karena letusannya yang terjadi 200 tahun itu mengundang para ahli untuk melakukan penelitian. Mestinya dengan bentang alam dan keunikan yang dimiliki itu bisa di manfaatkan secara maksimal untuk pariwisata," kata dia.

Karena itu, dengan banyak gunung berapi tersebut, daya tarik Indonesia sebagai lokasi wisata sangat potensial dikembangkan. "Tinggal bagaimana menggarap dan memaksimalkan potensi itu menjadi unggulan pariwisata," tandasnya. []

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung merapi PARIWISATA wisata gunung berapi

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top