Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ayo, Nikmati Cita Rasa Sate Afrika di Yogyakarta

Bagi Anda yang berlibur ke Yogyakarta tidak cukup hanya menikmati keindahan alam, budaya, dan wisata, tetapi juga harus mencicipi beragam kuliner yang tersaji di daerah istimewa tersebut.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 23 Agustus 2015  |  21:40 WIB
Harga untuk satu porsi sate Afrika sangat terjangkau.  - bluefame.com
Harga untuk satu porsi sate Afrika sangat terjangkau. - bluefame.com

Bisnis.com, JAKARTA - Bagi Anda yang berlibur ke Yogyakarta tidak cukup hanya menikmati keindahan alam, budaya, dan wisata, tetapi juga harus mencicipi beragam kuliner yang tersaji di daerah istimewa tersebut.

Ada beragam kuliner, mulai dari khas Yogyakarta, hingga makanan khas dari berbagai benua dapat Anda nikmati. Salah satu dari sekian banyak wisata kuliner yang harus Anda coba ialah makanan dari Benua Afrika, yaitu Sate Afrika Haji Ismail Coulibaly di Jalan Raya Tajem, Stan Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Kelembutan daging domba dengan cita rasa asli Afrika bakal membuat lidah Anda ketagihan. Hal istimewa dari sate Afrika ini ialah cara penyajiannya yang tanpa tusukan seperti sate pada umumnya. Selain itu, Anda dapat menikmati sate dengan tambahan pisang goreng tanpa tepung.

Selain makanan istimewa, warung yang buka mulai pukul 11.00 WIB hingga 23.00 WIB ini juga  menyediakan sejumlah jus nikmat, salah satunya jus penurun kolestrol.

“Tambah mantab kalau habis makan sate minumnya teh hangat. Tapi buat yang punya kolestrol tinggi, ada jus penurunya dan aneka macam minuman kesehatan lainnya,” kata Anas Syahrul Alimi, pemilik Warung Sate Afrika dalam rilis yang diterima Bisnis.com, Minggu (23/8/2015).

Untuk tetap mempertahankan ciri khas Yogyakarta, Anas mendekor warung sate ini secara njawani dengan desain rumah Joglo, meja dan kursi kayu tempo dulu, dan aksesoris Jawa sehingga menunjukkan akulturasi kebudayaan.

Warung sate ini semula hanya ada di Tanah Abang Jakarta di bawa oleh H. Ismail dari Mali, Afrika ke Indonesia pada 1998. Kemudian, warung tersebut diadopsi oleh Anas dan membukanya di Jogja, tanpa meninggalkan cita rasa khas, pisang goreng, dan sambal Warung Sate Afrika.

Menurut Ismail, di Mali dan banyak negara Afrika lainnya, pisang dan roti adalah makanan wajib. Keduanya harus dihidangkan dengan daging atau makanan lainnya. “Saya tidak mau memisahkan keduanya karena itu kebudayaan makan di Afrika. Kalau enggak ada pisang atau roti, bukan sate Afrika namanya,” tuturnya.

Harga untuk satu porsi sate Afrika sangat terjangkau. Hanya Rp35.000 per porsi Anda sudah dapat menikmati cita rasa khas Sate Afrika. Saat ini, warung Sate tersebut hanya ada dua di Indonesia yaitu di Tanah Abang dan di Yogyakarta. []

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner sate
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top