Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kumuhnya Museum Kretek Kudus

Museum Kretek Kudus menjadi tujuan wisata alternatif saat liburan.
Pamuji Tri Nastiti
Pamuji Tri Nastiti - Bisnis.com 25 Juli 2015  |  13:15 WIB
Kumuhnya Museum Kretek Kudus
Museum Kretek di Kota Kudus - Bisnis.com/Pamuji Tri Nastiti
Bagikan

Bisnis.com, KUDUS-- Museum Kretek Kudus menjadi tujuan wisata alternatif saat liburan.

Hanya saja kondisinya tampak kumuh dengan banyak sampah berserakan di kompleks bangunan utamanya.

Pantauan Bisnis, museum masih diminati pengunjung yang kebanyakan keluarga dan kelompok anak sekolah. Selain itu tampak sejumlah kelompok dewasa dari luar kota.

Museum Kretek merupakan tempat yang dibangun untuk menunjukkan industri kretek berkembang sangat pesat di Tanah Jawa khususnya di Kota Kudus.

Museum ini memperkenalkan sejarah kretek hingga proses produksi rokok kretek, mulai dari pembuatan secara manual hingga menggunakan teknologi modern.

Museum dikelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus dengan jam operasional Senin hingga Minggu mulai pukul 07.30 – 16.00 wib dengan tiket masuk Rp2.000 per orang. Pengunjung dengan kendaraan bermotor membayar parkir Rp2.000 dan mobil Rp5.000 sekali kunjungan.

Dengan tiket masuk yang tergolong murah, selain menikmati museum, pengunjung bisa juga mencoba bioskop mini 3D, mini waterboom, juga mengajak anak untuk mini outbond.

Sayangnya, kompleks museum kurang dijaga keberaihannya, apalagi di luar museum tampak sampah berserakan.

Sementara itu, di dalam museum, pengunjung bisa menikmati koleksi berkaitan dengan industri  kretek dan sekilas mengenai sejarah kretek di wilayah Kudus, antara lain perjalanan singkat Nitisemito sang pioneer industri kretek sekaligus pemdiri Pabrik Rokok Bal Tiga.

Koleksi lain yang dipajang yakni sampel tembakau kering di antaranya tembakau Bojonegoro, Madura, dan Muntilan dari jenis Kasturi, Jawa, hingga Virginia.

Ada juga peralatan tradisional mengolah tembakau dan membuat rokok kretek, foto para pendiri pabrik kretek di Kudus, hingga diorama proses pembuatan rokok kretek.

Informasi lainnya, museum di Jl. Pattimura ini didirikan di atas lahan 3,5 hektar atas prakarsa Soepardjo Roestam, Gubernur Jateng, pada 3 Oktober 1986.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

museum
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top