Pemkot Batu Gelar Festival Seni Sanduk 2015

Dalam upaya untuk menarik minat wisatawan berkunjung, Pemkot Batu, Jawa Timur, melalui dinas pariwisata dan kebudayaan (dispartabud) setempat menggelar Festival Seni Sanduk 2015.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 28 Mei 2015  |  12:45 WIB

Bisnis.com, BATU-Dalam upaya untuk menarik minat wisatawan berkunjung, Pemkot Batu, Jawa Timur, melalui dinas pariwisata dan kebudayaan (dispartabud) setempat menggelar Festival Seni Sanduk 2015.

Sebanyak 2.000 orang pegiat sanduk se-Malang Raya (kota/kabupaten Malang dan kota Batu) menyemarakkan festival yang berlangsung di Stadion Gelora Brantas Kota Batu sepanjang Rabu (27/5/2015) mulai pukul 13.00 hingga malam hari.

Kepala Dispartabud Kota Batu, Abdillah Alkaf, mengatakan festival sendiri diikuti tak kurang 60 grup sanduk se-Malang Raya yang saling berlomba untuk tampil menjadi yang terbaik.

"Festival digelar tidak hanya untuk memperkenalkan budaya yang ada di Kota Batu, namun juga untuk mengundang perhatian wisatawan," kata Abdillah Alkaf, Kamis (28/5/2015).

Kegiatan tersebut juga mempunyai nilai positif terutama dalam mengembangkan seni sanduk di Malang Raya.

Terbukti ribuan penggemar dan pelaku seni sanduk tampak  tumpah ruah di Stadion Gelora Brantas Batu.

Ketua Sanduk Mekar Wijoyo Kota Batu,  Kasiari, mengatakan perhelatan tersebut merupakan hal yang istimewa bagi pelaku dan penggemar sanduk.

"Untuk menampilkan kebolehan seni sanduk memang tidak sembarang waktu. Karena biasanya tampil  pada saat selamatan desa atau peringatan 17 Agustus (kemerdekaan). Jadi hanya pada waktu tertentu saja," jelas dia.

Dalam sekali  tampil  biasanya bisa melibatkan 45-50 orang terdiri dari perempuan dan laki-laki.

Namun pada festival tersebut pihaknya hanya menampilkan 25 anggota saja. Terlepas dari itu kegiatan tersebut patut mendapat apresiasi positif.

"Harapannya bisa digelar rutin setiap tahun dan pesertanya tidak hanya sebatas di Malang Raya saja, namun juga Jawa Timur," ujarnya.
               
Ketua Pelaksana Festival Seni Sanduk 2015,  Katarina Dian, mengatakan, perhelatan tersebut bakal menjadi even tahunan.

Panitia telah menyiapkan hadiah berupa uang puluhan juta rupiah plus trophy untuk grup yang keluar sebagai juara.

"Kami ingin memasyarakatkan budaya sanduk. Karena itu harus dilombakan,” tambah dia.

Sekadar diketahui, seni sanduk merupakan hasil kolaborasi dari berbagai daerah. Namun yang menonjol berasal  dari Madura.

Seni sanduk sendiri sejauh ini cukup berkembang pesat di Malang Raya maupun daerah lain di Jawa Timur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
seni, festival, kota batu

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top