Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pulau Tikus Terancam Hilang

Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah mendukung rehabilitasi terumbu karang dan daratan Pulau Tikus yang terus menyusut dari 2 hektare menjadi 0,8 hektare akibat abrasi pantai.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 21 April 2015  |  15:52 WIB
Pulau Tikus di Bengkulu - Antara
Pulau Tikus di Bengkulu - Antara

Bisnis.com, JAKARTA-- Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah mendukung rehabilitasi terumbu karang dan daratan Pulau Tikus yang terus menyusut dari 2 hektare menjadi 0,8 hektare akibat abrasi pantai.

"Pulau Tikus harus diselamatkan, jangan sampai hilang karena abrasi. Termasuk terumbu karangnya harus dilestarikan," kata  Junaidi saat menerima perwakilan anggota Forum Pemuda Peduli Bengkulu (FPPB) yang berencana melakukan transplantasi terumbu karang Pulau Tikus di Gedung Daerah, Selasa (21/4/2015).

Pengelolaan Pulau Tikus berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (DKP). Pemerintah daerah, menurutnya, sudah mengirim surat ke kementerian tentang pelestarian pulau tak berpenghuni tersebut.

"Tapi, sampai saat ini belum ada tanggapan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan tentang surat kami," tambah dia.

Gubernur juga mendukung rencana FPPB melakukan transplantasi atau pencangkokan terumbu karang di sekitar perairan Pulau Tikus untuk merehabilitasi ekosistem terumbu karang di wilayah itu.

Susut

Selain penyelamatan terumbu karang, daratan pulau tersebut menurut Junaidi, juga perlu diperluas, sebab saat ini kondisinya terus menyusut, dari 2 hektare menjadi 0,8 hektare akibat abrasi.

Sejumlah aktivis lingkungan dan mahasiswa yang bergabung dalam FPPB berencana merehabilitasi terumbu karang Pulau Tikus sebagai bagian aksi peringatan Hari Bumi 2015.

"Kami melakukan transplantasi atau pencangkokan terumbu karang untuk merehabilitasi terumbu karang di perairan pulau itu," kata Koordinator FPPB, Feri Vandalis.

Transplantasi terumbu karang t akan dilakukan sejumlah penyelam dari Rafflesia Bengkulu Diving Club (RBDC) pada Rabu (22/4/2015) bertepatan dengan peringatan Hari Bumi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pulau
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top