Lokasi Penemuan Fosil Jadi Anjungan Kampung Purba

Enam lokasi penemuan fosil di Dayu dan sekitarnya akan dijadikan anjungan jelajah kampung purba.
Bayu Jatmiko A
Bayu Jatmiko A - Bisnis.com 10 Maret 2015  |  12:51 WIB
Lokasi Penemuan Fosil Jadi Anjungan Kampung Purba
Mata air di Grenjeng, Dayu, Gondangrejo, Rabu (21/1/2015). Mata air tersebut diyakini warga setempat sebagai mata air yang sudah berumur tua. Bahkan ada anggapan mata air tersebut sudah muncul sejak zaman puba. (Bayu Jatmiko Aji/JIBI - Solopos)

Bisnis.com, JAKARTA— Enam lokasi penemuan fosil di Dayu dan sekitarnya akan dijadikan anjungan jelajah kampung purba.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar berencana mengajukan anggaran pengembangan pariwisata tersebut pada perubahan anggaran 2015.

Kabid Obyek dan Sarana Wisata Disparbud Karanganyar, Surono, mengatakan rencana pembuatan wisata lapangan kepurbakalaan di Dayu, Gondangrejo, segera dibahas.

“Saat ini kami telah memetakan lokasi-lokasi penemuan fosil di Dayu. Selanjutnya akan dibuat kajuan, dan akan diajukan pada perubahan anggaran,” kata dia saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (9/3/2015).

Keenam lokasi penemuan fosil manusia purba yang ada di Gondangrejo tersebar di Desa Dayu dan Rejosari. Surono mengatakan dari keenamnya, lima di antaranya berada di Desa Dayu, yaitu di Dusun Tanjung dan Dusun Pucung. Sedangkan satu lokasi berada di Dusun Kricikan, Rejosari.

“Kami berharap masing-masing lokasi tersebut dapat dikunjungi wisatawan. Para pengunjung nantinya bukan hanya bisa melihat koleksi fosil yang berada di museum [Manusia Purba Klaster Dayu], tapi juga dapat melihat lokasi penemuan fosil. Untuk itu butuh infrastruktur untuk memfasilitasi wisatawan,” katanya.

Dia berharap rencana tersebut dapat segera terealisasi, sehingga kawasan wisata kampung purba di Desa Dayu dapat berkembang dengan baik.

Surono mengataku hingga saat ini belum melakukan komunikasi dengan warga pemilik lahan. Sebab bagaimanapun lokasi penemuan fosil tersebut berada di lahan milik warga setempat.

“Kami akan komunikasikan dengan warga. Sebab lahannya milik warga. Nah apakah nanti dalam pengelolaannya akan dibuat sistem sewa lahan atau seperti apa,” kata dia.

Kepala Desa Dayu, Sumarno, mengatakan pihaknya pernah mendapatkan informasi terkait rencana tersebut. Hanya hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut dari pemkab.

“Rencana, di lokasi-lokasi penemuan fosil tersebut memang akan dibuatkan prasasti, dan bisa dikunjungi wisatawan. Namun hingga saat ini kami masih menunggu tindak lanjut dari pemkab,” katanya.

Menurutnya lokasi penemuan fosil di Dayu terpusat di tiga dusun, yaitu tanjung, Dayu, dan Pucung.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fosil

Sumber : Solopos.com

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top