Wisata Edukasi Lepas Penyu di Ujung Genteng

Lokasi wisata pantai Ujung Genteng yang berada di selatan Jawa Barat agaknya cukup sulit dijangkau. Dengan kualitas infrastruktur jalan yang buruk ditambah dengan jalan meliuk-liuk melintasi hutan, dibutuhkan usaha ekstra untuk menjangkaunya.
Muhammad Abdi Amna | 02 November 2014 01:46 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, SUKABUMI—Lokasi wisata pantai Ujung Genteng yang berada di selatan Jawa Barat agaknya cukup sulit dijangkau. Dengan kualitas infrastruktur jalan yang buruk ditambah dengan jalan meliuk-liuk melintasi hutan, dibutuhkan usaha ekstra untuk menjangkaunya.

Kawasan wisata ini nampak tidak terlalu diurus oleh pemerintah daerah. Itu terlihat dari tidak adanya penerangan jalan umum yang tersedia atau fasilitas penunjang lainnya untuk para wisatawan.

Sesampainya di lokasi, wisatawan harus pintar-pintar mencari tempat penginapan yang menyuguhkan pantai tak berkarang. Jika beruntung, wisatawan bisa mendapatkan lokasi yang sangat indah dan dapat dijadikan lokasi berselancar.

Tidak hanya menyuguhkan pemandangan pantai, lokasi wisata ini juga menyuguhkan kegiatan wisata edukasi yakni melepas anak penyu hijau ke laut lepas.

Agung Rahman, petugas Data dan Informasi UPTD Konservasi Penyu Pengumbahan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi mengatakan musim bertelur penyu berada pada rentang waktu Juli-Desember.

Penyu yang menelur di lokasi ini, lanjutnya, adalah penyu-penyu yang dahulunya menetas di lokasi yang sama. Untuk mengamankan populasi penyu, maka telur-telur disimpan pada lokasi khusus yang telah disiapkan untuk penetasan.

“Penyu kembali ke pantai untuk bertelur setelah umur 30 tahun. Lokasi yang didatangi oleh penyu untuk bertelur adalah pantai yang sama ketika penyu itu menetas,” ujarnya di Sukabumi, Sabtu (1/11/2014).

Hari ini misalnya, UPTD Konservasi Penyu Pengumbahan melepas 150 ekor anak penyu ke laut lepas. Setidaknya, pada tahun ini sekitar 100.000 ekor anak penyu telah dilepas. Jika dikalkulasi sejak 2009, maka tidak kurang dari 800.000 ekor anak penyu telah kembali ke habitat aslinya.

Menurutnya, berdasarkan kajian ilmiah, dari 150 ekor tukik atau anak penyu yang dilepas ke laut, hanya sekitar dua ekor penyu yang akan kembali ke lokasi pelepasan untuk bertelur pada 30 tahun mendatang.

Oleh karena itu, penangkaran ini sangat dibutuhkan untuk melestarikan populasi penyu di laut. Induk-induk penyu, lanjutnya, pada periode Juli-Desember akan mendatangi pantai pada malam hari sekitar pukul 19.00 wib untuk bertelur.

Oleh karena itu, sejak pukul 18.00 wib wisatawan diharapkan telah mengosongkan pantai yang ditetapkan sebagai lokasi penyu bertelur. Hingga akhir Oktober, tuturnya, UPTD Konservasi telah mengamankan 1.000 sarang penyu yang kemudian ditetaskan di lokasi penangkaran.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top