Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARI BATIK NASIONAL: Menengok Kampung Batik di Jakarta

Pada 2 Oktober , kita merayakan Hari Batik Nasional. Umumnya hari tersebut dirayakan dengan mengenakan pakaian berbahan kain batik.Tahukah Anda, kota metropolis seperti Jakarta ini, ternyata memiliki kampung batik.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 04 Oktober 2014  |  13:30 WIB
Berbagai penghargaan pun diraih warga kampung batik Palbatu di mana salah satunya berasal dari Museum Rekor Indonesia (MURI).  - bISNIS.COM
Berbagai penghargaan pun diraih warga kampung batik Palbatu di mana salah satunya berasal dari Museum Rekor Indonesia (MURI). - bISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA - Pada 2 Oktober lalu, kita merayakan Hari Batik Nasional. Umumnya hari tersebut dirayakan dengan mengenakan pakaian berbahan kain batik.

Tahukah Anda, kota metropolis seperti Jakarta ini, ternyata memiliki kampung batik. Jika Anda mengunjungi Jalan Palbatu, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Pasalnya, di lokasi yang juga dikenal sebagai kampung batik di Jakarta ini, Anda akan mendapatkan pengalaman baru mengenai batik.

Seperti dikutip dari situs resmi milik Pemprov DKI Jakarta, sejak tahun 2011 lalu, Palbatu muncul sebagai wilayah bernuansa batik yang menghiasi setiap sudut jalan tersebut. Dengan menyusuri jalan maupun gang-gang sempit di Jl Palbatu, Anda bisa menikmatik berbagai motif batik yang terlukis indah di dinding, pagar rumah, pot bunga dan lain sebagainya.

Budi Darmawan, salah satu penggagas kampung batik Palbatu menuturkan, ide awal menjadikan Jl Palbatu sebagai kampung batik berawal dari minimnya kampung batik yang dapat mengenalkan kerajinan batik nusantara di ibu kota.

"Harapan kami suatu saat nanti lokasi ini bisa menjadi tempat wisata sekaligus wahana edukasi mengenai batik yang saat ini jumlahnya masih kurang di ibu kota," ujarnya.

Dikatakan Iwan, dengan bermodalkan kenekatan, ia bersama tiga rekannya ingin mengimplementasikan gagasan kampung batik seperti di Lawean, Solo. "Kami mengundang perajin dari Jawa Tengah untuk memperkenalkan batik sekaligus mengedukasi warga Jl Palbatu agar bisa membatik," katanya.

Seiring perjalanan waktu, kata Iwan, apa yang dimulai dirinya dan tiga rekannya mampu membangkitkan semangat belajar membatik. "Banyak warga di wilayah Palbatu, baik anak-anak muda maupun kaum ibu awalnya belum bisa membatik. Namun saat ini, mereka sudah bisa membatik dengan membuat beberapa motif sesuai kreasi masing-masing. Bahkan sejumlah anak kecil di sini pun sudah bisa membatik," katanya.

Berbekal kemampuan membatik, warga Jalan Palbatu pun kemudian mulai melukiskan kemahiran membatiknya dengan berbagai macam media seperti, dinding, pagar rumah hingga pot-pot bunga yang ada di Jl Palbatu.

Dia berharap dengan adanya kampung batik Palbatu, masyarakat Jakarta tidak perlu jauh-jauh mengunjungi kawasan sentra batik yang umumnya berada di wilayah Jawa Tengah.

Berbagai penghargaan pun diraih warga kampung batik Palbatu di mana salah satunya berasal dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

"Dua rekor MURI sudah didapat kampung batik ini. Pertama, rekor memiliki jalan terpanjang dengan motif batik (133,9 m) serta rekor memiliki jumlah rumah warga yang paling banyak dicat dengan motif batik," tandasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batik indonesia
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top