Soto Kudus, Simbol Toleransi Umat Islam dan Hindu

Kabupaten Kudus merupakan kabupaten terkecil di Provinsi Jawa Tengah. Meskipun kecil, daerah yang terkenal dengan sebutan Kota Kretek ini memiliki sejumlah makanan khas, salah satunya Soto Kudus.
Fauzul Muna | 02 Agustus 2014 20:42 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Kabupaten Kudus merupakan kabupaten terkecil di Provinsi Jawa Tengah. Meskipun kecil, daerah yang terkenal dengan sebutan Kota Kretek ini memiliki sejumlah makanan khas, salah satunya Soto Kudus.

Soto Kudus biasanya disajikan dalam mangkuk kecil untuk satu porsi soto. Soto Kudus biasanya menggunakan daging ayam atau daging kerbau. Uniknya, soto Kudus tidak ada yang menggunakan daging sapi sebaggai penghormatan umat muslim terhadap umat Hindu.

Konon, sebelum Islam masuk ke Kudus, mayoritas masyarakat Kudus memeluk Agama Hindu. Bagi umat Hindu, sapi adalah hewan yang dianggap suci. Setelah Islam masuk, umat muslim di sana tetap ikut menghormati kepercayaan umat Hindu dengan tidak menyembelih dan memakan daging sapi.

Penghormatan tersebut masih berlaku hingga sekarang. Saat ini, Soto Kudus tidak lagi hanya bisa ditemukan di Kudus, namun bisa ditemui di berbagai kota di Indonesia.

Di Kudus sendiri, terdapat beberapa warung Soto Kudus yang terkenal, seperti Soto Kudus Pak Denuh di jalan masuk Kota Kudus dari Demak, Soto Kudus Karso Karsi di Jalan AKBP Agil Sumadya, Soto Kudus Ramidjan dekat Rumah Sakit Mardi Rahayu, Soto Kudus Bu Mul di Jalan Jenderal Sudirman, Soto Kudus Mbok Jatmi di daerah Panjunan, Soto Kudus Kauman dekat masjid Menara Kudus, dan masih banyak lagi.

Tag : kuliner
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top